Jalur Gelap Japerejo-Pamotan Telan Dua Nyawa

Minggu, 17 Juni 2012 | 06:14 WIB

PAMOTAN – Jalur Japerejo-Pamotan yang gelap tanpa penerangan jalan umum kembali memakan korban. Kali ini, dua orang pengendara sepeda motor meregang nyawa seketika setelah kendaraannya menghantam dari belakang sebuah truk tronton yang sedang parkir di tepi jalan turut Desa Ringin, Kecamatan Pamotan, Sabtu (16/6) pukul 18.30 WIB.

Menurut catatan polisi yang dihimpun, Minggu (17/6) pagi, dua korban tewas tersebut adalah Hamdi (35), warga RT 2 RW 3 Desa Sumbermulyo, Kecamatan Sarang, dan Warsid (49), warga RT 2 RW 1 Desa Bamban, Kecamatan Pamotan. Hamdi mengendara sedangkan Warsid membonceng sepeda motor jenis honda supra berplat nomor K 3406 FM.

Kecelakaan bermula ketika Wahid mengendarakan sepeda motornya cukup kencang dari arah timur (Pamotan). Begitu sampai di lokasi kejadian, korban yang diduga tidak mengetahui secara jelas kalau ada truk tronton dengan plat nomor B 9506 NM yang tengah parkir di sisi tepi selatan jalan, menabrak bagian belakang truk.

Kedua korban yang mengalami retak tulang kepala langsung menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian. “Kondisi jalan yang mulus dan lebar kerap membuat pengguna jalan terlena. Mestinya waspada,” tandas Kepala Unit Kecelakaan pada Satuan Lalu Lintas Polres Rembang Inspektur Satu Muhammad Syuhada.

Apalagi, lanjut dia, kondisi jalur tersebut terbilang gelap lantaran minimnya lampu penerangan jalan. “Berulang kali kecelakaan di jalur tersebut mestinya bisa dijadikan pelajaran bagi setiap pengguna jalur Tireman-Pamotan,” ujar dia.

Pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati ketika melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hari. “Tidak hanya ketika malam, siang hari pun kami imbau waspada karena banyak anak yang mungkin tiba-tiba menyeberang jalan,” terangnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan