Investor Janji Tuntaskan Polemik Revitalisasi Pasar Kedungasem

Senin, 12 Maret 2012 | 09:02 WIB


KOTA – Investor Pasar Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, PT Puma Satya Perkasa, akhirnya bersepakat untuk menuntaskan polemik seputar revitalisasi pasar desa tersebut dalam sebulan ini.

Dalam audiensi yang dihadiri antara lain oleh Pemerintah Desa Kedungasem, subkontraktor, investor, perwakilan Pemkab Rembang, Komisi B dan D DPRD Kabupaten Rembang di ruang rapat utama DPRD setempat, Senin (12/3), Direktur Utama PT Puma Setya Perkasa, Giyanto, juga berjanji akan menggelar pertemuan dengan para pedagang dan pemerintah desa, setidaknya dalam minggu ini.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut berlangsung tertib. Kepala Desa Kedungasem, Suradi, Dirut PT Puma Setya Perkasa, Giyanto, serta perwakilan dari Komisi B dan D DPRD Kabupaten Rembang, silih berganti melontarkan pendapatnya soal polemik revitalisasi Pasar Kedungasem.

Pada audiensi yang dipimpin oleh Ketua DPRD setempat, Sunarto, Kepala Desa Kedungasem, Suradi menyebut investor telah mengingkari janji membangunkan fasilitas tambahan seperti musala, saluran air, taman, jaringan listrik, dan tempat parkir.

Pihak desa pun dibuat pusing karena pasar yang mulai dibangun 21 Februari 2011 dan direncanakan rampung 22 Agustus 2011 itu kini belum juga rampung, padahal sebagian los dan kios sudah mulai ditempati pedagang.

Direktur Utama PT Puma Satya Perkasa, Giyanto berdalih mandeknya revitalisasi Pasar Desa Kedungasem karena kendala sirkulasi dana yang mestinya dibayarkan oleh pedagang di pasar setempat.

“Sampai dengan saat ini, kami baru menerima dana dari pedagang sebesar tujuh persen dari yang seharusnya mereka bayar. Di awal, pedagang mestinya membayar 25 persen dari harga kios atau los. Namun, untuk sekadar membayar lima persen, sebagian pedagang belum membayarnya,” kata dia.

Mengenai kekurangan pembayaran atas pekerjaan pembangunan Pasar Kedungasem kepada pihak subkontraktor, Giyanto berjanji akan segera menyelesaikannya dalam minggu ini.

Sebagaimana diketahui, Subkontraktor pekerjaan revitalisasi Pasar Desa Kedungasem, Nursahid, mengaku sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp702 juta untuk membangun los dan kios sebanyak 329 unit.

Namun dari nilai itu, Giyanto, Direktur Utama PT Puma Satya Perkasa baru membayar sebanyak Rp480 juta, sedangkan Rp222 juta sisanya, hingga kini belum terbayar. Pembayaran Rp480 juta itu pun dilakukan dengan cara mengangsur selama satu tahun dan ada bukti cetaknya.

Belakangan juga diketahui, uang yang dibayarkan kepada subkontraktor tersebut berasal dari angsuran pada pedagang pasar. Namun, dalam audiensi itu, Giyanto berkilah sisa uang yang harus dibayarkan ke subkontraktor hanya tinggal Rp100 juta.

Seorang pedagang sembako yang turut hadir dalam audiensi itu, Sugiyanto mengungkapkan, sebagian pedagang resah akibat mandeknya revitalisasi pasar tersebut. “Selain karena kondisi kios yang masih belum utuh dan layak sehingga rawan pencurian, lapak para pedagang juga rawan terlimpas air dari genangan di halaman depan pasar ketika hujan,” kata dia.

Beberapa kali, imbuh dia yang juga panitia revitalisasi dari pihak desa, harus menyewa mesin sedot untuk mengurangi genangan air. “Jika tidak begitu, pedagang rawan protes. Kami berharap persoalan ini segera tuntas,” kata dia.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Rembang, Jihad Asia Pustakawan berharap revitalisasi Pasar Desa Kedungasem segera dilanjutkan. “Mengenai sejumlah persoalan antara pihak investor, subkontraktor, pedagang, dan pemerintah desa, semoga bisa beres pada satu bulan ini,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan