Kinerja Tiga Institusi Ini Dievaluasi Menteri PAN

Tuesday, 27 August 2013 | 17:06 WIB
RSUD dr R Soetrasno Rembang.

RSUD dr R Soetrasno Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Kinerja tiga insitusi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang dievaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Tiga institusi itu adalah RSUD dr R Soetrasno, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu, dan SMK Negeri 1 Rembang.

Asisten III Sekda Rembang Abdullah Zawawi mengungkapkan, evaluasi atau penilaian itu terkait upaya meraih penghargaan citra pelayanan prima dari Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selasa (27/8) pagi, evaluasi dilangsungkan di masing-masing institusi tersebut.

Awalnya, Pemkab Rembang menyetor daftar banyak instansi yang diajukan penilaian. Namun Zawawi tidak paham persis mengenai alasan pihak Kementerian memilih tiga institusi tersebut.

Pemkab Rembang pernah mendapat hasil positif pada penilaian citra bakti abdi negara dari kementerian yang sama pada 2009 silam. Tetapi sejak saat itu Rembang belum lagi dievaluasi.

Evaluasi dari Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi tidak terlalu ditakutkan pemerintah kabupaten. Pasalnya, evaluasi hanya menghasilkan koreksi atas kelemahan dalam pelayanan, tanpa disertai sanksi yang mengikat.

Zawawi juga mengatakan, pihaknya sebatas tahu kelemahan di instansi yang bersangkutan, agar di masa mendatang, kualitas pelayanannya diperbaiki. Dia menuturkan, pada 2009 lalu, Puskesmas Kragan II mampu menorehkan prestasi pelayanan prima. Gara-gara prestasi tersebut, saat ini, Ali Syofii Kepala Puskesmas Kragan II kala itu, diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

Menurutnya, pada setiap kali penilaian, standar operasional prosedur (SOP) menjadi salah satu poin evaluasi. Sementara pelaksanaan pelayanan sesuai SOP menjadi item utama penilaian. Masyarakat pengguna pelayanan pun akan dikroscek melalui wawancara secara langsung oleh tim dari kementerian.

Sementara itu, mengenai kasus kebakaran yang terjadi di salah satu bengkel perkayuan di SMK Negeri 1 Rembang pada Selasa (27/8) pagi, Zawawi berharap insiden tersebut tidak memengaruhi hasil evaluasi.

Sebab, meski bangunan bengkel tidak ludes terbakar, namun hangusnya eternit, kusen-kusen jendela, serta mesin-mesin pasah di bengkel itu mencapai seperempat miliar rupiah. Terjadinya kebakaran bisa saja terjadi akibat tidak jalannya standar operasional prosedur secara baik. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan