Instalasi Listrik Pasar Rembang Rawan Semrawut

Rabu, 8 Februari 2012 | 10:01 WIB


KOTA – Instalasi jaringan listrik di Pasar Kota Rembang rawan semrawut sebab sebagian pedagang korban kebakaran pasar yang kembali menempati losnya justru memilih memasang sendiri instalasi listrik di lapaknya.

Seorang pedagang konveksi di Pasar Kota Rembang, Wiji Prianto, Rabu (8/2) mengatakan, keputusan memasang sendiri instalasi listrik diambil karena jaringan sentral yang disediakan pengelola pasar tidak mencukup kebutuhan daya listrik untuk semua pedagang.

“Karena membutuhkan daya listrik lebih besar, banyak pedagang yang memasang meteran sendiri di kiosnya,” kata dia.

Menurut Wiji, satu meteran biasanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan listik empat hingga lima lapak milik pedagang dengan cara membayar secara patungan biaya pemasangan jaringan dan rekening listrik ke PLN.

Ketua Koordinator Penanganan Kebakaran Pasar Kota Rembang, Supraja mengatakan, pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan PLN setempat untuk pengecekan instalasi listrik di pasar itu. Seperti diketahui, penyebab kebakaran pasar 7 September lalu itu karena adanya hubungan arus pendek pada jaringan listrik.

“Ini yang tak boleh terjadi lagi. Pedagang kami minta untuk memasang intalsasi kabel listrik sesuai standar yang ditetapkan,” kata dia.

Supervisor Pelayanan Pelanggan PLN Rayon Rembang, Bambang Setiawan mengatakan, pemasangan instalasi jaringan listrik secara mandiri oleh pedagang memang berpotensi menyebabkan gangguan di kemudian hari.

Apalagi jika kabel dan instalasi lainnya yang digunakan tidak sesuai standar yang ditentukan. Hanya saja kewenangan pengecekan instalasi seperti ini merupakan kewenangan Pemkab, selaku pemilik bangunan, kata dia.

Untuk keperluan pengecekan instalasi, kata dia, pemkab bisa menunjuk dinas terkait atau Konsuil (Komite Nasional untuk Instalasi Listrik) yang berwenang mengecek standar keamanan jaringan listrik suatu bangunan.

“Untuk menekan potensi gangguan, kami selalu mengarahkan pemasang baru untuk menggunakan meteran listrik prabayar, karena meteran tersebut hanya bisa dipasang dengan instalasi berstandar,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan