8,5 Hektare Hutan Terbakar, Regu Pemadam Dibentuk

Jumat, 27 September 2013 | 13:58 WIB
Ilustrasi (bali-bisnis.com)

Ilustrasi (bali-bisnis.com)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sekitar 8,5 hektare kawasan hutan di dua BKPH di wilayah KPH Mantingan terbakar pada musim kemarau ini. 1,5 hektare di BKPH Kebon dan tujuh hektare di BKPH Medang.

Dua kasus kebakaran tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pesanggem atau orang yang masuk hutan lalu membakar daun-daun kering. Bisa jadi mereka mengira api sudah padam. Namun ternyata masih ada bara api, sehingga begitu tertiup angin, terjadi kebakaran.

Ajun Administratur KPH Mantingan Mochammad Rizqon mengaku sudah berusaha memasang plang waspada kebakaran. Sosialisasi kepada masyarakat desa di sekitar hutan pun mulai digencarkan dan alat pemadam api ringan atau apar juga sudah siap di setiap BKPH.

Pihaknya menginstruksikan pula kepada para petugas Perhutani di daerah untuk memantau dan mecegah meluasnya ancaman kebakaran. Menurut Rizqon, mereka juga telah membentuk regu pemadam kebakaran hutan.

Disinggung mengenai kapan KPH Mantingan memiliki armada pemadam kebakaran, Mochammad Rizqon mengaku tinggal menunggu waktu untuk tiba giliran.

Menurut dia, mestinya armada pemadam kebakaran sudah harus dimiliki oleh kesatuan pemangkuan hutan seperti Mantingan. Pihaknya memperkirakan, armada pemadam kebakaran sudah akan bisa dimiliki pada tahun depan.

Pihaknya mengaku sudah berencana memodifikasi satu armada untuk didesain layaknya armada pemadam kebakaran. Namun lantaran untuk sekadar memodifikasi pun butuh biaya hingga Rp50juta, pihaknya menundanya menjadi tahun depan.

Musim kemarau yang kering, panas, dan disertai tiupan angin kencang memang rawan mengundang bencana kebakaran. Apalagi, luas areal hutan di KPH Mantingan mencapai 16.751,9 hektare. Meskipun kebakaran hutan jati, tidak terlalu banyak menimbulkan kerugian materi, tetapi tetap saja perlu diwaspadai. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan