Hujan Sporadis, Warga Kalilo Was-was Longsor

Minggu, 20 Oktober 2013 | 17:53 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

LASEM, MataAirRadio.net – Musim hujan di Kabupaten Rembang memang belum benar-benar berlangsung. Namun hujan berskala ringan yang turun secara sporadis atau tidak tentu pada belakangan ini, ternyata sudah menyimpan kekhawatiran bagi warga Dusun Kalilo Desa Gowak Kecamatan Lasem.

Peristiwa longsor yang menimbun beberapa rumah dan menewaskan tiga warga di desa itu pada 26 Februari 2006 lalu, masih membekas kuat di ingatan warga. Maka begitu hujan mulai turun, mereka mengaku waspada dan khawatir.

Sulistyaningrum, warga Dusun Kalilo Desa Gowak kepada MataAir Radio mengatakan, warga selama ini sudah menggalakkan penghijauan di sekitar Perbukitan Kalilo. Warga juga sudah membuat saluran air dari wilayah atas untuk mengantisipasi longsor dan rekahan tanah.

Meski menyimpan kekhawatiran, menurut Ningrum, tidak semua warga mau pindah ke lokasi yang lebih aman. Warga yang tak mau pindah beralasan tidak ingin jauh dari sawah atau lahan garapan pertaniannya.

Berdasarkan pantauan MataAir Radio di wilayah Perbukitan Kalilo, terdapat sisa aliran air yang kini kering. Puluhan batu berukuran besar juga masih bercokol di bukit tersebut. Kondisi semacam itu semakin mencekam warga jika hujan deras mengguyur dalam waktu yang cukup lama.

Martoyo, warga Desa Gowak menambahkan, warga tidak mengerti cara cepat mendeteksi longsor. Warga hanya khawatir bencana itu datang begitu turun hujan deras. Menurutnya, sulit menghilangkan trauma bencana pada masyarakat Dusun Kalilo.

Dia juga mengatakan, selain melakukan penanaman, warga juga semakin sadar untuk tidak melalukan penebangan pohon-pohon di wilayah perbukitan. Mereka semakin sadar, keberadaan pohon di perbukitan bisa menahan laju longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Suharso mengaku hampir selalu terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gowak untuk mengantisipasi potensi bencana tanah longsor.

Menurutnya, Desa Gowak merupakan daerah rawan bencana longsor sehingga rutin dipantau. Selain Gowak, Desa Ngargomulyo, Selopuro, Sendangcoyo, dan Kajar Kecamatan Lasem juga rawan bencana serupa. (Pujianto/Ghozali)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan