Cegah Dampak Industrialisasi, HKR Jabodetabek Menabung Oksigen

Minggu, 29 Desember 2013 | 19:04 WIB
Aksi HKR Jabodetabek menabung oksigen di kawasan Embung Rawasetro, Minggu (29 12)

Aksi HKR Jabodetabek menabung oksigen di kawasan Embung Rawasetro, Minggu (29 12)

REMBANG, MataAirRadio.net – Himpunan Keluarga Rembang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi menanam pohon penghijauan untuk menabung oksigen di masa depan, Minggu (29/12) pagi. Aksi yang digelar di tepi barat Embung Rawasetro ini adalah yang kedua kalinya digelar oleh HKR Jabodetabek.

Salah seorang Dewan Penasehat HKR Jabodetabek Laksamana Muda Purnawirawan Sugoto menjelaskan, industri mulai masuk dan bermunculan di Rembang. Menurut Direktur Material TNI Angkatan Laut era orde baru ini, industrialisasi rentan mengganggu lingkungan hidup.

Penanaman sekitar 2.000 bibit pohon, sumbangan dari Bank Tabungan Negara Semarang di kawasan Embung Rawasetro diharapkan bisa mencegah dampak lingkungan dari industrialisasi. Tiga tahun lalu atau pada Desember 2010, himpunan keluarga Rembang yang dibentuk tahun 1969 ini, juga menanam 3.000 bibit pohon di lingkungan yang sama.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum HKR Jabodetabek Maryono tampak tidar hadir. Direktur Utama Bank Tabungan Negara ini pamit untuk menghadiri acara keluarga yang mendadak, meski sebelumnya menyatakan sedang dalam perjalanan ke Rembang.

Sugoto menambahkan, sebagian warga HKR Jabodetabek berpotensi menjadi investor di Tanah Kelahiran Rembang. Namun investasi di sektor industri memerlukan gelontoran dana besar. Oleh karena itu, setidak-tidaknya, HKR akan turut mengabarkan peluang investasi di kabupaten ini.

Dia juga mengungkapkan, selain potensi bahan tambang, di wilayah Rembang juga mengandung cadangan minyak dan gas bumi yang cukup besar. Potensi tersebut perlu segera diimbangi dengan penguasaan teknologi oleh generasi Rembang masa kini.

Selain menanam pohon penghijauan di Rawasetro, HKR juga menggelar aksi sosial mengkhitankan puluhan anak secara massal dan donor darah pada hari sebelumnya. Bupati Rembang Mochammad Salim hadir sekaligus memberikan sambutan kepada HKR.

Di aksi menabung oksigen itu, turut berbaur pula puluhan orang pemuda pencinta alam dari unsur mahasiswa, pesantren, dan masyarakat. Tampak pula pelajar dari sejumlah SMA di Kabupaten Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan