Hipmi Tebar Virus Wirausaha di Kalangan Santri

Minggu, 29 Januari 2012 | 04:40 WIB


KOTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah terus berupaya menebarkan virus kewirausahaan di kalangan santri dan pondok pesantren.

Upaya tersebut setidaknya tergambar dari perhelatan lokakarya bertema Memberdayakan Potensi UKM dan Ekonomi Kreatif Wirasantri Mandiri, hasil kerja sama GP Anshor, Yayasan Kyai Haji Bisri Mustofa, Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, dan Hipmi Jawa Tengah, di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh, Rembang, Sabtu (28/1).

Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Hipmi Jateng Dede Indra Permana Soediro mengatakan, kegiatan ini sekaligus untuk menggali potensi yang dimiliki para santri.

“Santri memiliki dasar yang kuat di bidang agama. Akan lebih bagus jika setelah kembali ke masyarakat kelak, mereka juga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” kata dia.

Dede mencontohkan, saat ini mulai banyak usahawan muda yang lahir dari lingkungan pesantren sehingga tren positif itu diharapkan terus tumbuh sehingga angka ideal 20 persen pengusaha muda dari total jumlah penduduk di Jawa Tengah bisa terwujud.

Untuk memantik potensi kewirausahaan di kalangan santri, sejumlah praktisi dan usahawan dihadirkan pada lokakarya dan workshop tersebut. Peserta juga diajak menyelami dunia usaha desain grafis dan fotografi yang disampaikan praktisi dari Universitas Tarumanegara Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Hipmi Jateng dan Yayasan Kyai Haji Bisri Mustofa juga menandatangani nota kesepahaman di bidang kewirausahaan. “Kami melalui Hipmi akan mencoba memfasilitasi melalui jaringan yang ada, baik untuk permodalan maupun pendampingan,” kata dia.

Pengurus Yayasan Kyai Haji Bisri Mustofa Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik kegiatan itu. “Kami akan menindaklanjutinya dengan membentuk bengkel entrepreneur ala pesantren, yang pas dengan keseharian para santri,” kata dia.

Asisten Deputi Urusan Peran Serta Masyarakat pada Deputi Bidang pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UMKM Aprizal Kusai yang membacakan sambutan Menteri Syarief Hasan menambahkan, Pemerintah telah menggulirkan berbagai program kemitraan maupun kredit bagi calon pengusaha muda.

“Selain itu program pengembangan tempat praktik keterampilan usaha juga diluncurkan sebagai sarana belajar berwirausaha maupun berkoperasi. Berbagai program tersebut dimaksudkan untuk mendorong generasi muda terdorong menjadi wirausaha,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan