Peternak Rembang Ogah Pasok Hewan Kurban ke Luar Daerah

Senin, 23 September 2013 | 15:09 WIB
Pasar hewan di Desa Plawangan. (Foto:Rif)

Pasar hewan di Desa Plawangan. (Foto:Rif)

SEDAN, MataAirRadio.net – Sejumlah peternak di Kabupaten Rembang mengaku ogah memasok hewan kurban ke luar daerah, karena harga ternak di pasar lokal terbilang bagus. Bahkan, sebagian peternak kini mendatangkan hewan kurban dari luar kabupaten seperti Magelang untuk mencukupi kebutuhan pasar di kabupaten ini.

Sadid, peternak di Desa Sedan Kecamatan Sedang mengaku mengambil 60 ekor kambing dari Magelang untuk melayani kebutuhan dari para pelanggannya. Saat ini, harga ternak baik kambing maupun sapi terbilang bagus. Harga kambing untuk kurban misalnya, cukup mahal, antara Rp1,8juta hingga tiga juta rupiah.

Sadid mengatakan, tingkat permintaan hewan kurban belum ramai. Diperkirakan, penjualan hewan kurban akan bergairah mulai H-1o Idul Adha. Berkaca pada pengalaman tahun lalu, Sadid yakin bisa menjual lebih dari 250 ekor kambing kurban pada tahun ini.

Sementara itu, Sahid, peternak sapi di Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori pun mengaku, lebih banyak memasok kebutuhan hewan kurban ke pasar lokal. Ia menilai, saat ini pasar lokal hewan kurban cukup antusias. Saat ini saja, dari 20 ekor sapi yang di-stoknya, sudah lima yang terjual.

Umumnya, order hewan kurban berasal dari pasar lokal, baik untuk panitia kurban masjid, desa, dan sekolahan. Menurut Sahid, banyak pembeli yang memilih menitipkan hewan kurbannya untuk sementara. Hewan kurban itu baru diminta untuk diantarkan pada menjelang Idul Adha.

Hari Raya Kurban tahun ini, dirinya optimis, bisa mereguk omzet sebagaimana tahun kemarin. Tahun lalu, dirinya bisa menjual lebih dari 12 ekor sapi kurban. Tahun ini, hewan sapi kurban dengan harga antara Rp14-16juta yang cenderung paling diminati.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, pengawasan terhadap hewan yang di pasar lokal rutin dilakukan. Pihak dinas melakukan pengawasan pada setiap kali hari pasaran. Pengawasan itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar, aman dari penyakit. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan