Hendarsono Dikabarkan Bakal Dipindahkan ke Kedungpane

Rabu, 6 Maret 2013 | 16:11 WIB
Rumah Tahanan Kelas IIB kabupaten Rembang.

Rumah Tahanan Kelas IIB kabupaten Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Mantan Bupati Rembang Hendarsono yang mendekam di penjara Rumah Tahanan Kelas IIB kabupaten setempat, Rabu (6/3) pagi, dikabarkan akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kedungpane Semarang.

Namun kabar tersebut langsung dibantah Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang, Ali Mukhtar, pihak yang mengeksekusi Hendarsono ke rutan setempat pada Jumat 22 Februari 2013, pascapenolakan kasasi oleh Mahkamah Agung.

Menurut Ali yang dihubungi reporter MataAir Radio melalui sambungan telepon, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi dari pihak rutan setempat terkait pemindahan itu. Namun yang jelas, pemindahan dilakukan setelah ada konfirmasi dengan pihak kejaksaan setempat.

Ia pun tak bisa menyebutkan berapa hukuman yang masih harus dijalani Mantan Bupati Rembang periode 2000-2005 itu. Sebab terpidana kasus korupsi dana tak tersangka pada APBD 2004 pernah ditahan namun juga pernah mendapatkan pembantaran penahanan.

Pihak Rumah Tahanan Kelas IIB Rembang belum bisa dikonfirmasi mengenai kabar pemindahan Hendarsono ke Lapas Kedungpane. Hanya, lembaga pemasyarakatan tersebut memang biasa dipakai untuk memenjarakan terpidana kasus korupsi.

Kuasa Hukum Hendarsono, Karyono belum pula membalas permintaan konfirmasi yang dikirimkan reporter radio ini melalui pesan singkat. Upaya menghubunginya melalui saluran telepon juga tidak tersambung.

Mantan Bupati Rembang periode 2000-2005 Hendarsono dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Rembang pada Jumat 22 Februari 2013 setelah dua kali mangkir dari pemanggilan.

Eksekusi Hendarsono lantaran yang bersangkutan tetap dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Mahkamah Agung menjatuhkan pidana penjara empat tahun denda Rp200 juta terhadap Hendarsono, dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan