Hendak Dijual, Rumah Petani Malah Ludes Terbakar

Selasa, 15 Mei 2012 | 09:13 WIB


SARANG – Dua unit rumah berukuran 12×24 meter berikut isinya, milik Saji (45) warga RT 3 RW 1 Desa Jambangan, Kecamatan Sarang, ludes dilalap api, Senin (14/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Padahal, rumah bagian belakang milik petani itu hendak dijual dan sudah ditawar oleh seorang pembeli dengan Rp70 juta.

Berdasarkan keterangan Tukul (31), salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, kebakaran diduga akibat picuan percikan api dari korsleting arus listrik di rumah korban.

“Saat kejadian saya sedang ngopi di warung tak jauh dari rumah korban. Saat itu sebagian warga sudah tertidur, barangkali termasuk yang punya rumah,” terang dia.

Awalnya, ia mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah rumah Saji. “Begitu menoleh, saya melihat sudah ada kobaran api dari bagian depan rumah korban. Mungkin awalnya karena korsleting,” katanya.

Sadar telah terjadi kebakaran, ia dan beberapa warga lainnya yang mulai terjaga dari tidurnya segera berhamburan berupaya memberikan pertolongan.

“Warga sempat berusaha memadamkan api dengan menyedot air sungai menggunakan mesin diesel. Namun, semprotan air itu tak mampu menjinakkan api,” katanya.

Dalam waktu sekitar satu jam, dua rumah bernilai sekitar Rp170 juta itu pun ludes. “Hanya mesin diesel, sepeda motor, dan uang tunai entah berapa nilainya yang bisa diselamatkan. Selain itu, tak bisa diselamatkan,” sebutnya.

Kakak korban, Samuji menambahkan korban Saji dan keluarganya kini sementara diungsikan di rumah tetangga, tak jauh dari rumahnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, dari catatan pihaknya, kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp187,5 juta.

“Selain rumah, yang ludes terbakar antara lain tempat tidur dari kayu, almari gerabah, almari tempat penyimpanan gabah sebanyak satu ton, sketsel, dan uang tunai Rp2 juta,” terang Suharso.

Dari kebakaran rumah di Desa Jambangan tersebut, Suharso mengingatkan penyebab lain kebakaran terutama di musim kemarau.

“Kemungkinan penyebab kebakaran lainnya, seperti kebiasaan meletakkan obat nyamuk bakar dekat kasur atau menyulut api dari tumpukan jerami untuk mengusir nyamuk di kandang sapi (bediang), perlu diwaspadai,” tandas dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Anonymous

    Mei 16, 2012 at 12:13 am

    Tidak amanah pemimpin disuatu daerah tdk hanya merusak tatanan didaerah setempat tp juga membawa sial atau cilakanya kehidupan masyarat. Atau istilahnya SALIM JAYA MASYARAKAT SENGSARA

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan