Haul Mbah Wahab, Ratusan Santri Khidmad

Selasa, 4 September 2012 | 01:58 WIB
Ratusan kaum muslimin khidmat mengikuti haul almagfurlah KH Abdul Wahab Husain, Senin (3/9). (Foto: Tarom/mataairradio.net)

SULANG, mataairradio.net – Ratusan kaum muslimin dari berbagai daerah memadati kompleks makam KH Abdul Wahab Husain yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Sulang utara, Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Senin (3/9) sore. Dengan khidmat mereka mengikuti ritual haul (peringatan wafat tahunan) almagfurlah pendiri Pondok Pesantren Zumrotut Tholibin Sulang itu.

Bukan hanya warga sekitar yang menyemut disana. Hadirin juga datang dari berbagai daerah diantaranya, Rembang, Pati, Blora, Grobogan, Kudus, Demak, Semarang, Tuban, Lamongan. Mereka kebanyakan adalah para santri KH Wahab semasa masih hayat, yang saat ini tersebar di berbagai daerah untuk meneruskan pejuangan Mbah Wahab dalam mencerdaskan umat.

“Semasa hayatnya, beliau dikenal sebagai kiai yang tegas dalam pendirian dan kuat dalam memegang prinsip, termasuk tegas dalam mendidik santri. Karena ketegasannya itu, banyak santrinya yang ‘berhasil’ dan saat ini menjadi panutan masyarakat,” terang KH Arif Zaenal Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Zumrotut Tholibin yang juga putra almaghfurlah.

Salah seorang kiai karismatik yang juga merupakan santri alagfurlah, KH Kholil Lengkong, Pati, dalam tausyiah siangkatnya mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk lebih berusaha meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan meningkatkan kualitas ibadah.

“Ibadah yang merupakan perintah, harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan didasari ilmu dan pengharapan untuk mendapat Ridho Allah. Tanpa itu, kita bisa terjebak dalam golongan orang yang lalai. Jangan sampai kita beribadah tetapi sesungguhnya diri kita lalai,” terangnya.

Usai ritual tahlil umum di makam, malam harinya, acara dilanjutkan dengan pengajian umum di halaman Pondok Pesantren Zumrotut Tholibin, Kauman Sulang. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan