Hasil Penilaian Tahap Kedua Adipura Diyakini Melejit

Rabu, 2 Mei 2012 | 08:22 WIB


KOTA – Pemerintah Kabupaten Rembang meyakini hasil penilaian tahap kedua Adipura tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan hasil penilaian tahap pertama yang diumumkan Maret 2012, setelah tim dari Pusat menilainya 28-29 April lalu.

“Tim menilai banyak perubahan positif di sejumlah titik penilaian yang semula lemah, yakni sekolah, kantor dinas/instansi, dan tempat pembuangan akhir sampah di Landoh. Tim mengisyaratkan nilai lebih baik dibandingkan pada tahap pertama, tapi nilainya belum bisa diketahui,” kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Purwadi Samsi, Rabu (2/5).

Seperti diketahui, berdasarkan rilis yang dikirimkan Pemerintah Pusat, Kabupaten Rembang hanya meraup nilai 71,8 dari standar nilai 74, hasil penilaian tahap pertama Adipura 2012.

Nilai 71,8 yang ditorehkan pada penilaian pertama Adipura, kata dia, jauh dari perkiraan apalagi harapan. Pada tahap pertama penilaian Adipura 2011, Rembang mampu mencatat nilai 73.

Melalui hasil penilaian itu juga diketahui, lingkungan perkantoran pemerintah termasuk salah satu titik penilaian yang belum memenuhi standar minimal, sebab kebersihan perkantoran di lingkungan Pemkab Rembang hanya bernilai 73,79. Pasar Kota Rembang mencatatkan nilai paling rendah, 60,38.

Sedangkan TPAS nilainya 64,20, terminal bus 72,22, dan sekolah 72,26. Meski memiliki nilai rendah di beberapa titik, namun kebersihan RSU dr R Soetrasno, Puskesmas, serta hutan kota pantas diapresiasi. RSU dr R Soetrasno dan Puskesmas memperoleh nilai 74,38, sedangkan hutan kota nilainya menembus nilai 75.

“Kami memang kecewa kemarin sehingga kami harus memperbaikinya pada tahap kedua penilaian Adipura,” kata dia.

Purwadi menjelaskan, optimisme bakal melejitnya nilai untuk kebersihan sekolah didasarkan pada tingkat kesadaran sekolah dalam menerapkan gerakan 3R atas sampah.

“Sebelum penilaian tahap kedua, sekolah-sekolah di Kota Rembang kembali kami berikan sosialisasi tentang gerakan 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle. Kami berterima kasih mereka menindaklanjutinya. Seperti dengan pembuatan kerajinan atau prakarya berbahan sampah,” terang dia.

Mengenai buruknya nilai TPAS Landoh Kecamatan Sulang pada tahap pertama lalu, Purwadi mengemukakan, ketiadaan pipa untuk mengalirkan limbah yang dituding sebagai pemicu rendahnya nilai kebersihan di TPAS, telah diperbaiki.

“Pipa itu dulu ada, namun belakangan diketahui hilang diduga dicuri. Namun, kami berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan telah dilakukan penggantian dengan pipa baru,” kata dia.

Ia pun berharap atas perkembangan positif tersebut, Rembang bakal kembali menggenggam Piala Adipura tahun ini. Kabupaten Rembang meraih penghargaan Adipura terakhir kali pada 2010 silam. Namun, Rembang gagal mempertahankannya tahun lalu.

“Memang masih ada titik lemah di penilaian tahap kedua kemarin. Yakni minimnya penghijauan di sekitar toko-toko di sepanjang jalur utama kota ini. Pot dan tanaman yang sempat ada diketahui sudah ada yang rusak, mati, bahkan hilang,” tandas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan