Hasil Panen Padi Petani Sale Anjlok

Rabu, 20 Maret 2013 | 16:08 WIB
Hasil panen padi di Kecamatan Sale turun.

Hasil panen padi di Kecamatan Sale turun.

SALE, MataAirRadio.net – Sejumlah petani di Kecamatan Sale mengaku hasil panen padi pada musim tanam pertama tahun ini mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun lalu.

Juki, seorang petani di Desa Tahunan kepada reporter MataAir Radio pada Rabu (20/3) pagi mengatakan, turunnya hasil panen padi pada musim pertama ini disebabkan oleh ganasnya serangan hama wereng.

Akibat diserang hama tersebut, buliran padi petani menjadi tidak berisi alias gabuk. Hasil panen pun turun hampir 50 persen dari panen tahun lalu. Dan anjloknya hasil panen musim tanam pertama padi tahun ini, terjadi hampir merata di setiap desa di Kecamatan Sale.

Badrun, petani lainnya di Desa Mrayun juga mengaku, hasil panen padi di sawahnya anjlok akibat serangan wereng. Namun, pihak Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sale, membantah penurunan hasil panen disebabkan oleh serangan wereng.

Kepala BPP Kecamatan Sale, Kustowo menjelaskan, curah hujan yang terlalu tinggi menjadi pemicu hasil panen tidak maksimal. Curah hujan tinggi membuat tanaman padi tidak mendapatkan sinar matahari cukup, sehingga produksinya menjadi tidak bisa sempurna.

Selain itu, anjloknya hasil panen juga dipengaruhi oleh adanya perbaikan irigasi sekunder yang membuat beberapa lahan padi milik petani mengalami kekurangan pasokan air.

Mengenai anjloknya hasil panen, Kustowo tak menampik adanya penurunan hasil panen, namun tidak sampai 50 persen, tetapi antara sepuluh hingga 15 persen.

Kendati hasil panen di musim tanam pertama padi turun drastis, sebagian petani di Kecamatan Sale memilih tetap melakukan tanam kedua padi.

Mereka yakin hasil panen kedua nanti akan jauh lebih baik. Sebab hingga saat menjelang masa panen kedua nanti, masih akan berlangsung musim gadu atau musim antara musim penghujan dan kemarau. Biasanya pada masa yang demikian, hasil panen padi petani masih cukup bagus. (Ilyas Almustofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan