Hasil Panen Pertama Padi di Tiga Kecamatan Merosot

Minggu, 10 Maret 2013 | 15:53 WIB
Tingkat hasil panen padi pada musim tanam pertama merosot.

Tingkat hasil panen padi pada musim tanam pertama merosot.

GUNEM, MataAirRadio.net – Tingkat hasil panen padi pada musim tanam pertama di Kecamatan Gunem, Sumber, dan Kaliori, merosot jika dibandingkan tahun lalu. Mengganasnya hama jamur dan penggerek batang diduga menjadi pemicu utama kemerosotan hasil panen.

Salah seorang petani di Desa Sambongpayak Kecamatan Gunem, Chumaidi kepada reporter MataAir Radio, Minggu (10/3) pagi mengaku, hasil panen padinya menurun hingga lebih dari 30 persen dibandingkan panenan musim tanam pertama tahun lalu.

Menurutnya, jika sepetak lahan miliknya biasa menghasilkan 15 sak gabah kering panen, maka pada panen kali ini hanya diperoleh sepuluh sak. Ia mengungkapkan, serangan hama dan penyakit pada tanaman padi petani di daerahnya menjadi penyebab utama anjloknya hasil panen.

Chumaidi juga mengatakan, panen pertama padi tahun ini menyisakan persoalan, karena ada beberapa jenis penyakit yang tergolong baru dan petani tak mampu mengidentifikasi, apalagi menanggulanginya.

Nursahid, petani lainnya di Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori pun menyebut, hasil panen padi pada musim tanam pertama tahun ini mengecewakan. Jika sawah garapannya, biasa menghasilkan pendapatan hingga Rp30juta, maka pada panen kali ini, Rp10juta saja sudah mentok.

Senada dengan petani di Kecamatan Gunem, merajalelanya serangan hama penggerek batang dan jamur menjadikan produktivitas panen menurun drastis. Meski demikian, petani di daerahnya tetap mencoba peruntungan, dengan menanam lagi padi di musim tanam kedua.

Namun kali ini dirinya berharap, pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang lebih intensif membantu petani, terutama terkait metode tepat pemberantasan hama serta pelaksanaan usaha tani lainnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Mulyono mengklaim, target produktivitas total padi tahun ini masih akan bisa dicapai, kendati produktivitas panen di tiga kecamatan tersebut, merosot.

Sebab menurutnya, hasil panen di kecamatan lain, terutama di wilayah timur Kabupaten Rembang diyakini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan