Hasil Operasi Pekat di Rembang Lampaui Target

Senin, 6 Agustus 2012 | 07:36 WIB
Gelar barang bukti dan tersangka yang terjaring Operasi Pekat 2012 di halaman Mapolres Rembang, Senin (6/8). (Foto: Pujianto)

REMBANG – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Candi yang digelar sejak 20 Juli 2012, berakhir Senin (6/8) ini. Sebanyak 54 kasus dari delapan jenis penyakit masyarakat berhasil diungkap dari operasi tersebut.

Wakapolres Rembang Komisaris Polisi Eko Wibowo didampingi Kasat Sabhara AKP Gusti Putu Adi Wirawan dan Kasatreskrim AKP Joko Santoso, mengatakan, dengan berhasil mengungkap kasus sejumlah tersebut, maka target Operasi Pekat yang dibebankan Polda Jateng kepada Polres Rembang, tercapai. Namun, Wakapolres tidak menyebutkan angka target dimaksud.

“Dari Operasi Pekat Candi yang digelar Polres Rembang sejak 20 Juli hingga 6 Agustus 2012, kami berhasil mengungkap 54 kasus masing-masing 4 kasus perjudian, 2 kasus prostitusi, 2 kasus pencurian, 10 kasus terkait petasan, satu kasus premanisme, dan 35 kasus dari kejahatan lain yang meresahkan,” papar Wakapolres.

Kompol Eko Wibowo memperinci, dari empat kasus perjudian jenis toto gelap (togel) tersebut, pihaknya telah mengamankan 6 orang tersangka berikut barang bukti berupa satu buah ponsel merek Cross, uang tunai Rp320.000, beberapa lembar kertas rekap, dan 35 bungkus rokok berbagai jenis.

Sementara dari dua kasus prostitusi yang berhasil diungkap, pihaknya telah mengamankan enam orang pekerja seks komersial dan dua orang mucikari. “Mereka ini kami berikan pembinaan,” katanya.

Adapun dari pengungkapan dua kasus pencurian selama Operasi Pekat Candi, Polres Rembang berhasil membekuk dua tersangka pelakunya. “Salah satunya pencurian di Desa Wuwur Kecamatan Pancur,” kata dia.

Sedangkan dalam pengungkapan 10 kasus terkait petasan, polisi berhasil mengamankan 6.876 biji petasan berbagai model. Satu kasus premanisme yang berhasil diungkap dan masih dalam penyidikan Satreskrim adalah perkelahian antarpreman kampung yang berbuntut pada tewasnya Suratno, seorang preman asal Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem.

“Dari 35 kasus dari kejahatan lain yang meresahkan itu, kami mengamankan delapan penjual kopi yang merupakan anak di bawah umur, 6 orang gelandangan (punk) yang keberadaannya dilaporkan meresahkan masyarakat, dan 21 pasangan selingkuh,” paparnya.

Ia juga membeberkan, dari Operasi Pekat Candi tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 23 orang terkait peredaran minuman beralkohol tinggi, serta mengamankan 1.250 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan 25 liter arak.

“Barang bukti berupa 1.250 botol miras berbagai jenis dan 25 liter arak itu akan kami musnahkan dalam waktu dekat setelah berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya menambahkan.

Wakapolres menambahkan, setelah berakhirnya Operasi Pekat Candi kali ini, pihaknya akan langsung melanjutkannya dengan Operasi Ketupat Candi menjelang Lebaran 1433 Hijriyah. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan