Hari Listrik Nasional, Ini Nilai untuk PLN Rembang

Minggu, 27 Oktober 2013 | 19:20 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober ini disikapi oleh sejumlah pengusaha untuk menyuarakan ketidakpuasannya atas pelayanan Perusahaan Listrik Negara atau PLN Rayon Rembang. Umumnya, mereka mengeluhkan pemadaman yang cenderung sering dialami pelanggan setrum.

Manajer PT Holi Mina Jaya, Fredy Yuwono yang dihubungi MataAir Radio mengaku direpotkan dengan pemadaman yang kadang dilakukan secara tiba-tiba, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Apalagi belakangan, listrik yang memasok usahanya di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, tidak stabil. Holi Mina Jaya mengonsumsi listrik hingga 500.000 watt dari PLN setempat.

Menurut Fredy, pasokan listrik terganggu hampir setiap hari. Padahal, pasokan setrum dari PLN dibutuhkannya untuk menjaga produksi. Di Holi Mina memang ada jenset, namun keberadaannya hanya dimaksimalkan untuk menjaga suhu di gudang pendingin daging ikan.

Praktis jika listrik padam, produksi pengolahan daging ikan atau surimi di perusahaan ini, terhenti. Belakangan, tidak stabilnya pasokan turut memengaruhi volume produksi. Jika listrik lancar, pihaknya bisa mengolah 1o truk ikan, namun akibat gangguan pasokan listrik produksi hanya mampu tiga truk ikan.

Keluhan senada datang dari seorang pengusaha mebelair dan kerajinan akar kayu, Sunarto. Warga Desa Bulu Kecamatan Bulu ini hanya bisa memberi nilai cukup terhadap pelayanan PLN selama ini.

Sebagai pelanggan, ia mengaku seringkali dirugikan oleh listrik padam yang tak disertai pemberitahuan sebelumnya. Sunarto menjelaskan, usahanya mengonsumsi setrum hingga 8.000 watt. Setiap pekerja bekerja dengan memanfaatkan setrum dari PLN. Begitu listrik padam dan karyawan sudah kadung masuk, dirinya mengaku tetap memberikan upah.

Kerugian akibat kenyataan seperti itu, tentu merepotkannya. Dia berharap, PLN Rembang meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara mengabarkan setiap kali rencana pemadaman kepada pelaku usaha.

Selain pengusaha, Hari Listrik Nasional ini, juga disikapi warga Dusun Ngatoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu untuk menyuarakan harapan segera adanya pasokan listrik dari PLN untuk desanya. Sampai saat ini, 70 keluarga di dusun itu hanya mendapat pasokan listrik dari PLTS.

Sebelumnya, Manajer PLN Rayon Rembang Riyanta mengaku tengah melakukan pembenahan pada jaringannya di wilayah timur, sehingga kadang disertai dengan pemadaman. PLN, menurut Riyanta, tengah berusaha untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan itu tidak bisa instan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan