Harga Garam Naik, Upah Buruh Terkerek Tipis

Kamis, 3 Oktober 2013 | 14:24 WIB
Petani Garam Rembang.

Petani Garam Rembang.

KALIORI, MataAirRadio.net – Harga garam produksi petani di wilayah Kecamatan Kaliori naik tipis akibat turun hujan pada dua hari yang lalu. Kamis (3/10) siang, harga garam kualitas kedua mencapai Rp380 per kilogram di tingkat pengepul.

Sebelumnya, harga garam kualitas kedua hanya Rp350 atau naik Rp30 per kilogram. Wawan, seorang pengepul garam yang ditemui di Desa Dresi Wetan mengaku masih memasok komoditas itu ke pasar lokal.

Dia membenarkan, kenaikan harga garam meski tipis dipengaruhi oleh hujan yang turun belakangan ini. Umumnya, menurut Wawan, petani sudah memiliki cukup banyak timbunan garam di gudang. Namun, rata-rata isinya masih separuh.

Melihat cuaca belakangan ini, petani kerap mengadu kepadanya khawatir musim garam tahun ini tidak berlangsung lama. Kondisi cuaca yang tidak menentu disikapi oleh petani dengan hanya memproduksi garam kualitas rendah.

Sementara itu, Saroji, buruh garap tambak garam asal Desa Maguan mengaku tidak banyak terpengaruh oleh kenaikan harga garam. Sebagai buruh garap, dirinya hanya mendapat kenaikan upah sebesar Rp10 per kilogram.

Dia menyebutkan, saat ini setiap kilogram garam yang diproduksi, majikannya memberikan harga Rp310 per kilogram. Hasil perolehan itu nantinya dibagi dua sama besar, antara dirinya dengan majikan.

Saroji mengaku menggarap lima petak lahan. Setiap hari dia mampu menghasilkan paling sedikit 4,5 kuintal garam. Cuaca panas membantu tingkat produksi, namun jika hujan harga garam memang terkerek, tetapi produktivitas menjadi kacau.

Sejumlah petani garap tambak garam di Dresi Wetan umumnya mengeluhkan tersendatnya pasokan air laut. Sebagian dari mereka akhirnya memanfaatkan mesin sedot untuk mengambil air dari saluran untuk dialirkan ke tambak di daerah atas.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang mengakui, musim produksi garam tahun ini tidak panjang seperti tahun lalu. Oleh karena itu, Pemkab Rembang hanya menargetkan produksi 138ribu ton garam pada tahun ini. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan