Pemandu Haji Rembang Peringatkan Jemaah Soal Zamzam

Minggu, 27 Oktober 2013 | 19:15 WIB
Pemberangkatan jamaah calon haji Rembang.

Pemberangkatan jamaah calon haji Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Tim pemandu haji daerah atau TPHD Kabupaten Rembang memperingatkan jemaah haji asal kabupaten ini agar membawa air zamzam hanya sesuai yang ditentukan alias tidak berlebihan.

Selain memang hanya dijatah 10 kilogram oleh Pemerintah Arab Saudi, kapasitas yang disediakan maskapai penerbangan pun dibatasi. Pada tahun ini, pihak maskapai penerbangan haji Indonesia hanya menetapkan kuota lima kilogram air zamzam untuk dibawa pulang oleh setiap anggota jemaah haji ke Tanah Air.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Athoillah Muslim mengatakan, zamzam merupakan oleh-oleh istimewa dari Tanah Suci. Athoillah mengaku telah berkomunikasi dengan TPHD agar meminta jemaah haji untuk tidak memasukkan zamzam ke dalam koper besar, apalagi tas tenteng.

Pihaknya menyarankan jemaah haji agar membeli saja zamzam di Indonesia. Karena toh, zamzam yang dibeli di negara ini juga berasal dari Tanah Suci, Mekkah.

Zamzam memang menjadi buruan jemaah Indonesia dengan niat yang bermacam-macam. Mulai untuk kesembuhan penyakit, kecerdasan, kesuburan agar suami-istri bisa punya keturunan, bahkan untuk disiramkan pada lahan pertanian agar panen tanamannya selalu berhasil.

Athoillah mengatakan, hasrat untuk mengantongi zamzam langsung dari Tanah Suci, wajar dan manusiawi. Pihak TPHD pun sebenarnya memaklumi. Namun karena ada ketentuan, maka jemaah diimbaunya untuk tidak memaksakan diri. Jika pun sampai ketahuan membawa zamzam secara berlebihan, memang tidak ada denda yang dikenakan. Hanya, pihak Bandara King Abdul Aziz akan menurunkannya secara paksa; jika zamzam yang dibawa, melanggar ketentuan.

Menurut Athoillah, selain zamzam, oleh-oleh lain yang biasanya dibawa oleh para jemaah adalah sajadah dan kambal atau karpet. Dalam hal ini, pihak Kantor Kementerian Agama Rembang juga telah memberikan imbauan. Jika berkeinginan membawanya langsung dari Mekkah, mereka disarakankan untuk mengirimkannya secara terpisah ke Tanah Air melalui pesawat kargo. Ini untuk menghindari kelebihan kuota bagasi 32 kilogram yang disediakan untuk setiap jemaah.

Seperti diberitakan sebelumnya, jemaah haji Rembang akan kembali tiba di Tanah Air melalui Debarkasi Solo, awal November nanti. Jemaah di Kloter 44 dijadwalkan tiba pada Jumat siang 8 November jam 11 lebih 18 menit, Kloter 45 direncanakan tiba pada Sabtu pagi 9 November jam lima lebih 18 menit, sedangkan Kloter 46 bakal tiba juga pada Sabtu siang tanggal yang sama, jam 12 lebih 18 menit. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan