Guru Pendawa Bantah Hanya Hura-Hura Ke Jakarta

Selasa, 18 Desember 2012 | 17:16 WIB
Ketua Satu Guru Pendawa Kabupaten Rembang, Isa Ansori

Ketua Satu Guru Pendawa Kabupaten Rembang, Isa Ansori

REMBANG – MataAirRadio.net, Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Rembang yang tergabung dalam Guyub Rukun Petinggi Dampo Awang (Guru Pendawa) membantah tudingan sebagian kalangan yang menyebut aksi unjuk rasa mereka ke Jakarta pada Jumat (14/12) lalu, hanya untuk sekadar hura-hura.

Ketua Satu Guru Pendawa Kabupaten Rembang, Isa Ansori kepada reporter MataAir Radio, Selasa (18/12) mengatakan, aksi yang mereka gelar bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Rembang itu, semata mendesak pengesahan segera RUU tentang Desa yang selama ini terkesan berlarut-larut.

Isa menegaskan, pihaknya mendatangi Gedung DPR di Senayan Jakarta dengan membawa satu misi yakni memperjuangkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengesahan secepatnya rancangan undang-undang tentang desa.

Isa Ansori yang juga Kepala Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang Kota ini menyebutkan, ada satu poin terpenting dalam RUU Desa yang perlu dikawal serius, yakni pengalokasian sepuluh persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk desa dalam bentuk “blockgrant”.

Alokasi sepuluh persen dari APBN ini, menurutnya, akan mendukung percepatan terwujudnya kemajuan dan kemakmuran desa-desa di negeri ini. Adapun, terkait adanya tuntutan dari perangkat desa agar mereka diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), itu merupakan bagian dari dinamika tuntutan yang dianggapnya sah-sah saja.

Isa Ansori pun menepis anggapan, aksi demonstrasi yang dilakukan pihaknya telah ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan tertentu dari salah satu organisasi politik.

Tuduhan tersebut, menurut Isa, adalah tuduhan keliru dan tidak beralasan serta hanya untuk melemahkan upaya memperjuangkan kepentingan desa melalui pengesahan RUU tentang Desa.

Seperti diketahui, pada Jumat (14/12) lalu, ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Parade Nusantara, Asosisasi Perangkat Desa Indonesia (APDI), dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR di Senayan, Jakarta.

Ada ratusan kepala desa dan perangkat desa dari Kabupaten Rembang yang turut dalam aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai ricuh antara pendemo dengan aparat ini. Sejumlah tudingan seperti sekadar hura-hura dan buang-buang waktu mengiringi keberangkatan mereka ini ke Ibu Kota. (Muhtarom)




One comment
  1. SADAR

    Januari 1, 2013 at 9:03 pm

    Bagaimana menyikapi pendapat dan hatinurai orang-orang yang tidak suka melihat sepak terjang dan idealis Perangkat Desa memperjuangkan Desanya demi kemakmuran Desa toh kalau terwujud merena yang sirikpun ikur meikmatinya ..67 Tahun Indonesia merdeka dan sekarang dijaman REFORMASI sudah waktunya pada sadar pentingnya ADIL MAKMUR YANG MERATA DARI METROPOLITAN SAMPAI PELOSOK DESA YANG TERPENCIL SEKALIPUN

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan