Golkar Usulkan Tarif Khusus Parkir Penunggu Pasien

Selasa, 18 September 2012 | 09:06 WIB
Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Giri Saputra. (Foto: Pujianto)
KOTA, mataairradio.net – Kutipan parkir bagi penunggu pasien di RSUD dr R Soetrasno Rembang dikeluhkan. Pasalnya, penunggu pasien harus membayar ongkos parkir hingga berkali-kali atau pada setiap kali masuk ke kawasan rumah sakit. 
Padahal, dalam sehari, penunggu pasien bisa keluar hingga beberapa kali. Sementara pasien bisa “menginap” untuk seminggu. Demikian diungkapkan Anggota Fraksi Partai Golkar, Sri Rejeki saat membacakan sikap partainya menyangkut pengesahan APBD-P 2012 di muka sidang paripurna DPRD Kabupaten Rembang, Selasa (18/9).
“Untuk yang kesekian kalinya, kami berharap agar parkir di RSUD dikelola secara lebih baik. Memberikan pelayanan parkir yang baik. Perlu adanya tarif parkir khusus yang diperuntukkan kepada setiap penunggu pasien bukan pengunjung pasien. Ini agar penunggu pasien tidak berkali-kali membayar ongkos parkir”
Pengelolaan parkir RSUD dr R Soetrasno pun dipandang Fraksi Partai Golkar tidak diimbangi dengan pelayanan keamanan yang baik. “Mestinya pelayanan keamanan parkir juga perlu diperbaiki. Mereka sudah membayar” 
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang menyatakan bahwa pengelolaan parkir di kawasan rumah sakit setempat di luar wewenang pihaknya.
“Itu bukan wewenang kami. Namun kami akui, keberadaan kawasan parkir dengan pelayanan yang baik menjadi daya dukung tersendiri. Untuk peningkatan kualitas layanan parkir, kami sudah sempat mengumpulkan para petugas parkir itu agar turut senantiasa bersikap ramah kepada pasien,” katanya.
Mengenai usulan parkir dengan tarif khusus kepada penunggu pasien, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kebijakan itu kepada Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Rembang. (Puji)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan