Usai Dibangun, Gedung Anyar Masih Melompong

Kamis, 21 Februari 2013 | 16:24 WIB
Gedung Baru Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rembang

Gedung Baru Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rembang

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi C DPRD Kabupaten Rembang meminta pihak eksekutif segera menempati bangunan anyar yang akan digunakan sebagai kantor baru badan penanggulangan bencana daerah atau BPBD setempat. Hanya, dari pantauan reporter MataAir Radio pada Kamis (21/2) pagi, bangunan anyar itu masih melompong belum diisi apa-apa.

Menurut Sekretaris Komisi C Gunasih, mestinya bangunan yang dibuat dengan anggaran lebih dari Rp1,8 miliar tersebut segera digunakan dalam waktu dekat.

Apalagi, bangunan anyar yang berada di tepi Jalan Pemuda Kota Rembang ini selesai dibangun pada akhir tahun lalu atau sudah hampir dua bulan belum ditempati.

Gunasih menduga, belum ditempatinya bangunan tersebut lebih karena kelengkapan mebelair dan perlengkapan kantor lainnya yang tidak ada. Pihaknya tidak paham persis apakah pengadaan bangunan anyar tersebut berikut kelengkapan isinya ataukah tidak.

Sebelumnya Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso saat dikonfirmasi reporter radio ini menyatakan, bangunan anyar tersebut memang hanya akan digunakan untuk kantor badan penanggulangan bencana daerah. Namun menurut Suharso, pemakaian gedung anyar hanya oleh BPBD bisa berlaku sementara.

Ia menyatakan, kepindahan kantor BPBD dari tempatnya yang sekarang berada di utara Kantor Kecamatan Rembang akan dilakukan dalam waktu dekat, namun tidak bulan ini. Suharso mengungkapkan, boyongan BPBD ke kantor baru tersebut direncanakan dilakukan pada sekitar April mendatang.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso juga mengungkapkan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mendapatkan banyak bantuan peralatan kebencanaan dan kedaruratan dari Pemerintah Pusat sehingga kantor yang luas memang diperlukan.

Ia menegaskan, meski sudah seharusnya segera pindah, sebenarnya ia mengaku lebih memilih menunggu masa pemeliharaan atas proyek pembangunan gedung itu selesai terlebih dahulu. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan