Anaknya Diduga Ganggu Rumah Tangga Orang, Kediaman Lasmin Dirusak

Jumat, 13 September 2013 | 14:25 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SEDAN, MataAirRadio.net – Rumah seorang warga Desa Ngulahan Kecamatan Sedan bernama Lasmin, dirusak sekelompok orang tak dikenal, Jumat (13/9) dini hari. Perusakan itu diduga dipicu persoalan asmara. Sebab salah satu pelaku sempat mengatakan, Irfan anak dari Lasmin telah mengganggu rumah tangganya.

Kepada MataAir Radio, Lasmin menuturkan, awalnya sekitar jam setengah satu dini hari, ia dan keluarganya yang masih tertidur, terbangun kaget oleh suara teriakan dan gaduh di luar rumah.

Begitu dicek keluar rumah, ternyata berdiri enam orang tak dikenal dan berteriak secara lantang mencari-cari Irfan, anaknya. Sebelumnya, para pelaku merusak kandang ayam, lampu depan rumah, serta genting rumah.

Mereka juga sempat mengancam akan membakar rumah Lasmin. Namun ancaman tersebut urung dilakukan dan pergi, setelah para pelaku tidak mendapati Irfan di rumah itu.

Kepada Lasmin, seorang pelaku perusakan sempat mengenalkan diri bernama Imam, warga Sumbergirang Kecamatan Lasem dan berprofesi sebagai seorang kondektur bus PO Sinar Mandiri, jurusan Semarang-Surabaya.

Imam menuding Irfan telah merusak rumah tangganya karena berani menjalin asmara dengan istrinya. Irfan sendiri juga bekerja sebagai kondektur, namun pada bus PO Indonesia, jurusan yang sama.

Saat beraksi merusak rumah Lasmin, para pelaku tidak membawa senjata tajam. Mereka menggunakan peralatan yang diambil dari sekitar rumah korban.

Lasmin belum bisa memastikan motif sebenarnya hingga pelaku melakukan perusakan rumahnya. Ia pun belum bisa menanyakan langsung kepada Irfan, anaknya, yang dianggap telah merusak rumah tangga pelaku.

Kapolsek Sedan, AKP I Made Hartawan mengaku masih mendalami kejadian tersebut. Pihaknya pun belum bisa banyak berkomentar terkait dengan insiden ini.

Sejumlah anggota dari Polsek Sedan diterjunkan ke tempat kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan. Jika terbukti merusak, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 406 Ayat 1 KUHP yang ancaman hukumannya maksimal dua tahun penjara. (Ilyas al-Musthofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan