Gagap Formasi Baru

Kamis, 15 Maret 2012 | 07:40 WIB


KOTA – Formasi baru 4-2-3-1 yang diterapkan PSIR saat menjamu tim lokal, Persela Lasem, Rabu (14/3) petang masih menimbulkan kegagapan bagi tim sepak bola itu sehingga skema tersebut perlu kembali diasah, kata Kepala Pelatih PSIR, Haryanto.

“Anak-anak masih gagap dengan formasi baru itu. Pemain masih kerap salah komunikasi. Lumrah karena hal baru, sehingga mereka masih perlu latihan keras dalam sepekan terakhir ini sebelum dijamu PS Madiun Putra di Madiun pada Kamis (22/3),” kata dia, Kamis (15/3).

Meski masih gagap, kata dia, skema ini diperkirakan telah mampu dikuasai dengan baik oleh Heru Wibowo dan kawan-kawan, ketika PSIR bertandang ke kandang Persepar Palangkaraya, pada pertandingan perdana, putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia, 31 Maret mendatang.

“Pematangan skema baru ini dilakukan ketika PSIR dijamu di kandang PS Madiun Putra, pekan depan. Jika telah matang, akan kami pakai untuk meladeni perlawanan tuan rumah Persepar Palangkaraya. Kami yakin bisa menggunakannya,” kata dia optimistis.

Ia menyebut formasi 4-2-3-1 sebagai skema lentur. “Taktik ini bisa sangat lentur karena sewaktu-waktu bisa berubah menjadi 4-5-1 untuk meredam lawan, tapi juga bisa berubah menjadi 4-3-3 untuk menyuntikkan serangan,” tutur dia.

“Kecenderungan dari formasi ini adalah menggunakan dua gelandang bertahan dan menempatkan Cristian Lenglolo sebagai target man,” kata Haryanto menjelaskan.

Pematangan skema 4-2-3-1 tersebut, imbuh dia, juga sekaligus untuk memperkaya strategi yang dimiliki Laskar Dampo Awang. “Jika kami melulu menggunakan 3-4-3, lawan akan mudah membacanya,” tandasnya.

Haryanto menambahkan, kendati PSIR yang turun tanpa pemain ekspatriatnya, mampu menang 2-0 atas Persela Lasem, namun masih banyak catatan ditinggalkan dari pertandingan itu.

“Lini depan dan pertahanan masih harus kami perbaiki, terutama ketika pemain muda diturunkan,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan