Eric Awoundja, Amunisi Cadangan

Kamis, 2 Februari 2012 | 13:18 WIB


KOTA – Tim Pelatih PSIR Rembang memilih menyimpan pemain asal Kamerun, Eric Awoundja Ndzomo sebagai amunisi cadangan pada laga tandang melawan Persis Solo dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia di Stadion Manahan Solo, Sabtu (4/2).

“Sebagaimana pada laga melawan PSS Sleman, Sabtu (28/2) lalu, Eric mungkin akan kami turunkan pada saat tim mengalami kebuntuan serangan,” kata Kepala Pelatih PSIR, Haryanto menjelang keberangkatan tim PSIR ke Solo, Kamis (2/2).

Pilihan menyimpan mantan pemain Perseman Manokwari tersebut, lanjut dia, karena tim pelatih sengaja memberikan kesempatan kepada para pemain yang tampil pada laga melawan PSS Sleman untuk kembali menunjukkan tajinya.

“Mental dan kepercayaan diri para pemain setelah berhasil menahan imbang PSS Sleman 0-0 menjadi lebih mantap. Momentum ini kami jadikan sebagai titik tolak untuk kembali meraih poin di Manahan,” kata dia.

Selain skema andalan 3-4-3, kata Haryanto, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk membendung agresivitas Persis Solo. “Umpan pendek dari kaki ke kaki masih akan kami lakukan di laga nanti,” kata dia.

Manajer PSIR, Siswanto mengatakan, timnya bertekad menjadikan laga tandang ke Solo sebagai ajang curi poin. “Target kami tetap membawa pulang poin, meski dari hasil seri,” kata dia.

Pihaknya kembali menjanjikan bonus kepada Cristian Lenglolo dan kawan-kawan jika berhasil mendulang kemenangan atau hasil imbang.

“Kami sadar, merebut poin dari pertandingan melawan Persis Solo bukan hal gampang, namun bukan berarti tidak mungkin. Kami tetap akan berikan bonus kepada para pemain jika berhasil mempersembahkan hasil terbaik,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan