Empat Kapal Di Kragan Digulung Ombak

Kamis, 26 Januari 2012 | 10:03 WIB


KRAGAN – Empat kapal motor milik nelayan di Kecamatan Kragan yang ditambatkan di pesisir pantai setempat rusak parah setelah digulung ombak setinggi empat meter pada Rabu (25/1) malam.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, Kamis (25/1), empat kapal dengan kondisi rusak di ujung depan kapal tersebut dua di antaranya adalah KM Usaha Jaya dan Bathik Madrim, milik nelayan Desa Pandangan Wetan, Kecamatan Kragan, sedangkan dua kapal lainnya masing-masing KM Sumber Baru dan Mekar Baru, milik nelayan Dusun Blandok Desa Plawangan, kecamatan setempat.

Seorang nelayan Desa Pandangan Wetan, Sutiyono mengatakan hampir semua nelayan memilih tidak berangkat menangkap ikan alias berhenti total dari aktivitas sehingga kapal motor ditambatkan di tepi pantai setempat.

“Tidak hanya perahu cokrik, kapal motor dengan bobot mati hingga 25 GT juga parkir. Secara intensif, kapal dan perahu yang ditambatkan tersebut kami pantau jangan sampai terjadi tabrakan antarperahu atau kapal,” kata dia.

Ia menyebutkan, akibat digulung ombak dan rusak, kerugian nelayan akibat kerusakan kapalnya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Selain ongkos perbaikannya mahal, dibutuhkan waktu cukup lama untuk perbaikan,” kata dia.

Kadari, nelayan lainnya mengatakan kerusakan kapal-kapal tersebut beragam sehingga perbaikan dilakukan dengan mendatangkan tenaga khusus dari Sarang. “Kerusakan cukup parah dialami KM Usaha Jaya yang mengalami pecah bagian depan sehingga berlubang besar,” kata dia.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dilansir di laman resmi badan tersebut, ombak setinggi empat meter bahkan lebih berpotensi terus terjadi selama sepekan ini di Perairan Laut Jawa bagian timur. Kecepatan angin juga diprakirakan masih cukup kencang di kisaran 35-40 kilometer per jam dengan arah angin dari barat.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Suharso mengimbau, nelayan agar tidak melaut untuk sementara waktu demi keamanan.

Pihaknya juga meminta nelayan memberlakukan ronda malam untuk mengantisipasi kapal karam atau tabrakan antarkapal. “Pastikan kapal berada pada tambatan yang aman sebelum ditinggal pulang ke rumah,” kata dia.

BPBD, kata dia, senantiasa berkoordinasi dengan BMKG Jateng untuk memastikan sampai kapan angin kencang dan ombak besar berlangsung. “Sejauh ini, BMKG memang memprakirakan, ombak besar dan angin kencang masih akan terjadi setidaknya hingga akhir pekan ini,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan