Embung di Dekat Permukiman Mendesak Dipagar Keliling

Senin, 16 Desember 2013 | 16:42 WIB
Embung desa Kabongan Kidul. (Foto:Dlun)

Embung desa Kabongan Kidul. (Foto:Dlun)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kasus bocah perempuan di Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang yang mati tenggelam di embung desa setempat pada Minggu (15/12) kemarin disikapi oleh warga. Senin (16/12) ini, warga RT 2 RW 3 Desa Kabongan Kidul menggelar musyawarah untuk mengusulkan pemagaran secara keliling embung di dekat makam desa itu.

Ketua RT 2 RW 3 Desa Kabongan Kidul Tussa Faris Aldino menganggap, pemagaran keliling embung diperlukan untuk mengurangi kerawanan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar lokasi. Apalagi tanah lempung di sekeliling embung cenderung licin begitu diguyur hujan.

Usulan pemagaran embung dengan pagar besi akan secepatnya disampaikan ke pemerintah desa untuk diteruskan ke pihak kecamatan dan kabupaten. Dia mengakui pemagaran masih memungkinkan anak-anak meloncat masuk. Namun kerentanannya menjadi sedikit berkurang.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Mursyid mengaku akan menyampaikan saran kepada Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum setempat agar mengkaji usulan warga mengenai pemagaran embung yang berlokasi di dekat permukiman.

Menurutnya, tidak banyak embung di dekat permukiman penduduk yang berpagar keliling. Sejauh yang diketahuinya, hanya sebagian embung bantuan dari Pemprov Jateng yang berpagar. Selebihnya nyaris tidak ada.

Dia sendiri berpendapat, embung dekat permukiman yang tidak berpagar, rawan mencelakakan warga. Apalagi segera berlangsung musim libur semesteran bagi siswa sehingga kerentanan menjadi bertambah. Mursyid mengingatkan, ketersediaan pagar bukan satu-satunya cara meminimalkan kecelakaan embung. Peran orang tua pun diperlukan.

Embung tak berpagar keliling yang berlokasi di dekat tempat pemakaman umum Desa Kabongan Kidul, menelan korban pada Minggu (15/12) sore. Bocah perempuan bernama Anisa Sutisna (14) meregang nyawa setelah tenggelam di embung yang kini berkedalaman sekitar tiga meter.

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Sinarman belum bisa dikonfirmasi mengenai usulan dari warga dan saran dari DPRD terkait pemagaran keliling embung. Menurut seorang stafnya, Sinarman sedang ada tugas ke Bojonegoro. Ponselnya aktif namun tidak menyambung. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan