El Nino, Petani Rembang Tenang Produksi Garam

Selasa, 9 September 2014 | 16:15 WIB
Kemarau panjang petani garam menjadi lebih tenang dalam memproduksi garam. (Foto:Pujianto)

Kemarau panjang petani garam menjadi lebih tenang dalam memproduksi garam. (Foto:Pujianto)

KALIORI, MataAirRadio.net – Musim kemarau panjang atau El Nino berpengaruh positif terhadap produksi garam di Kabupaten Rembang. Petani garam menjadi lebih tenang dalam memproduksi “emas putih” mereka. El Nino potensial memperpanjang musim kering karena berdampak pada pengurangan curah hujan.

El Nino ialah gangguan cuaca jangka panjang akibat peningkatan suhu di Samudra Pasifik, timur Indonesia. Suhu panas yang terjadi menyebabkan aliran angin terkumpul di Pasifik. Aliran angin itu membawa uap air dan awan hujan. Intensitas curah hujan di Indonesia termasuk Rembang, akan ikut berkurang.

Rasmani, petani garam di Desa Purworejo Kecamatan Kaliori menyebut September sebagai masa paling ideal memproduksi garam. Sebelumnya, El Nino telah mengakibatkan hujan di beberapa titik. Agustus kemarin, petani garam pun tak maksimal produksi. Kini, harga garam umum Rp450 per kilogram.

Nawawi, petani garam lainnya di desa itu menambahkan, produksi garam sangat tergantung oleh anomali cuaca. Apabila kemarau pada tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan tahun 2013, dia optimistis produksi akan kian membaik.

Petani pun, menurut dia bisa lebih fokus untuk mengembangkan garam kualitas premium atau super. Sepanjang bulan Agustus kemarin, akibat cuaca yang tidak menentu, petani hanya bisa berlomba memproduksi garam secara cepat. Hasilnya tentu saja garam kualitas umum dengan butiran kecil dan kusam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Suharso membenarkan, Rembang terkena El Nino. Namun menurutnya, El Nino terjadi hanya dalam skala lemah hingga moderat. Meski kemarau berpotensi lebih panjang, dia memperkirakan musim hujan jatuh di dasarian kedua November.

Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang Pamuji berharap El Nino menjadi berkah bagi petani garam. Produksi garam lokal pun diharapkan naik, setelah dua tahun terakhir mengalami penurunan.

Tahun 2012, produksi garam mencapai 186.531 ton. Namun produksinya turun di tahun 2013, menjadi 107.121 ton. Produksi garam tahun ini paling tidak ditarget menyentuh 150.000 ton. (Pujianto)

 

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan