Edarkan VCD Bajakan, Pria Ini Dilepas Polisi

Rabu, 25 September 2013 | 16:07 WIB
Tersangka pelaku pengedar VCD dan MP4 bajakan, (tengah).

Tersangka pelaku pengedar VCD dan MP4 bajakan, (tengah).

PAMOTAN, MataAirRadio.net – Asosiasi Penyalur dan Pengusaha Rekaman Indonesia (APPRI) bersama aparat Polsek Pamotan menangkap seorang pengedar cakram optik digital atau VCD dan Mp4 bajakan, dari Pasar Pamotan. Tersangka pengedar ini berinisial Nu, warga Pamotan.

Awalnya, dua orang dari APPRI melakukan survei peredaran VCD bajakan di Pasar Pamotan pada Selasa (24/9) pagi kemarin. Di pasar itu, mereka memergoki seseorang mengeluarkan dua plastik kresek berisi VCD dan Mp4 bajakan. Jumlahnya mencapai 1.211 keping.

Pihak APPRI lantas meminta bantuan kepada aparat Polsek Pamotan untuk dilakukan penangkapan. Tersangka pengedar berinisial Nu ini, kemudian diamankan ke Mapolsek Pamotan sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Rembang.

Ketua Bidang Hukum APPRI Beno Istanto mengatakan, tersangka Nu diduga sebagai agen penjualan VCD bajakan di wilayah Pamotan, Sale, Kragan, dan Lasem. Beno juga menilai yang bersangkutan bukan pedagang kaki lima. Oleh karena itu, APPRI berharap polisi menjeratnya dengan ancaman pidana.

Menurut Beno, tersangka Nu bisa dikenakan pelanggaran Pasal 72 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pidana penjara yang diancamkan hukuman penjara hingga lima tahun dan atau denda maksimal Rp500 juta.

APPRI menganggap, karena ancaman hukumannya hingga lima tahun penjara, maka tersangka bisa dilakukan penahanan. Beno menegaskan, tersangka Nu bukan pedagang kaki lima tetapi agen pengedar.

Rabu (25/9) pagi, beredar kabar, Nu dilepaskan dan hanya dikenakan wajib lapor. Pihaknya menyesalkan langkah tersebut. Mestinya proses hukum terhadap tersangka pengedar ini dilanjutkan hingga ke meja hijau, sebagai efek jera.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso membenarkan, adanya penanganan dugaan peredaran VCD bajakan. Hanya saja, menurut Kasatreskrim, pihaknya sebatas melakukan pembinaan terhadap pelaku. AKP Joko Santoso berdalih, yang bersangkutan hanya pedagang kaki lima, sehingga untuk sementara hanya dikenakan wajib lapor. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan