Seratus Keping e-KTP Warga Lodan Wetan Salah Data

Rabu, 6 Februari 2013 | 15:04 WIB

 

E-KTP warga Lodan Wetan banyak yang salah cetak.

E-KTP warga Lodan Wetan banyak yang salah cetak.

SARANG – MataAirRadio.net, Seratus keping e-KTP yang sudah diterima warga Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang dilaporkan terjadi kesalahan data meliputi ketidaksesuaian alamat dan ketidaklengkapan nama pemilik.

Kepala Desa Lodan Wetan, Ali Imron kepada reporter MataAir Radio, Rabu (6/2) pagi menjelaskan, terungkapnya seratus keping e-KTP yang salah data tersebut setelah pihak desa menerima 2.000 keping e-KTP dari pemerintah kecamatan setempat.

Pihak desa lantas mengecek masing-masing elektronik kartu tanda penduduk sebelum dibagikan. Namun pihaknya kaget setelah mendapati ada seratus warga yang menerima e-KTP dengan alamat dan nama yang tidak sesuai.

Menurut Ali, masih ada 300 keping e-KTP yang seharusnya diterima warga desa setempat namun saat ini masih dalam proses pencetakan di tingkat Pusat dan diharapkannya tidak terjadi salah data. Sebab ada sebanyak 2.300 warganya yang merekamkan data elektronik kartu tanda penduduk.

Kepala Desa Lodan Wetan Ali Imron menyatakan, berdasarkan petunjuk dari kabupaten, e-KTP yang mengalami kesalahan data akan dikembalikan kepada kecamatan. Revisi data akan langsung ditangani oleh pihak kecamatan.

Ia juga menambahkan, untuk e-KTP yang tidak bermasalah akan mulai dibagikan pada Kamis 7 Februari 2013 di balai desa setempat. Pihak desa sebelumnya mengirimkan undangan pengambilan e-KTP kepada setiap warga. Mengenai pengambilan, untuk satu keluarga bisa diwakilkan kepada kepala keluarga.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun reporter MataAir Radio, ketidaksesuaian nama dan alamat pada e-KTP terjadi akibat ketidakselarasan data, antara yang terdapat pada kartu keluarga dan KTP lama. Ketidakselaran ini menyebabkan operator e-KTP mengambil kebijakan, memasukkan salah satu data, kartu keluarga atau KTP lama. (Ilyas Almustofa)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Mbah Jenggot

    Februari 7, 2013 at 7:00 am

    itu baru salah nama dan alamat, pasti banyak yang salah rekam sidik jari dan retina mata …. wingi di kec. kragan yang melakukan perekaman adalah anak sekolah yang PKL bukan petugas yang latih … poosing. Ampun Pemerintah.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan