Dua Tahun Menjabat, Tujuh Kali Mutasi

Kamis, 29 Maret 2012 | 07:05 WIB


KOTA – Bupati Rembang Moch Salim kembali memutasi sebanyak 127 pejabat, terdiri atas 78 pejabat struktural dan 49 pejabat fungsional di lingkungan pemerintah kabupaten setempat, Kamis (29/3).

Berdasarkan catatan suararembang, sejak menjabat untuk kali kedua atau untuk periode 2010-2015, Bupati yang meraih kemenangan mutlak saat Pilkada 2010 lalu itu, sudah menggelar tujuh kali mutasi.

Kali ini, sejumlah pejabat teras dimutasi dengan alasan perbaikan kinerja. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Suranto di-staf ahlikan. Posisi Suranto digantikan Waluyo yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM.

Kepala Bagian Administrasi Perekomian Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Mutoha dipercaya menggantikan jabatan yang ditinggal Waluyo. Adapun jabatan yang ditinggal Mutoha diamanatkan kepada Sukandar yang sebelumnya menjabat Camat Sumber.

Posisi yang ditinggalkan Sukandar diisi oleh Heriyono yang sebelumnya merupakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang.

Abdullah Zawawi digeser dan promosi menjadi Asisten III Sekda Rembang menggantikan Harsono yang purna tugas. Posisinya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) diisi oleh Suparmin yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pengembangan pada instansi setempat.

Camat Sluke, Abdullah kini menempati jabatan baru sebagai Kepala Bagian Kesra pada Sekda Rembang. Mardiyanto yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan Bulu didapuk menggantikan Abdullah menjabat Camat Sluke.

Dalam sambutannya, Bupati Rembang Moch Salim mengatakan, penataan lembaga di lingkungan pemerintah kabupaten setempat dilakukan secara berkesinambungan dan mestinya dibalas dengan kinerja pelayanan yang baik dan meningkat.

“Sebagai alat negara, maka setiap yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada hari ini (29/3) harus siap melayani masyarakat. Ingat, kita tidak boleh meminta untuk dilayani, tetapi sebaliknya,” kata dia.

Salim berharap, setiap pejabat di lingkungan Pemkab Rembang bisa bekerja secara profesional. “Tunjukkan komitmen dan kerja keras agar bisa menjadi akselerator pelaksanaan pembangunan,” pinta dia.

Ia juga mengatakan, mutasi dan promosi dilakukan dengan pertimbangan yang masak, bukan sekadar ambisi. “Soal mutasi dan promosi kami sikapi secara bijak,” tegas dia.

Salim meminta setiap pejabat agar tidak terbebani dengan jabatannya. “Sebab, selama tujuh tahun menjabat sebagai Bupati Rembang, kami masih banyak menemukan pejabat yang belum bisa menikmati pekerjaannya.

Menurutnya, pejabat tidak perlu merasa terbebani apabila mereka telah menguasai materi jabatannya. “Kalau menguasai materi, tentu tidak ada yang perlu ditakutkan,” kata dia. (Puji)




One comment
  1. rio

    Maret 29, 2012 at 8:37 am

    ya beginilah kalo bupati dan kepala BKD dua-duanya terlalu besar biaya resiko eksternalnya. akhirnya promosi dan mutasi ya bener-bener jadi lahan bulan-bulanan untuk nutup kebutuhan. jadilah promosi dan mutasi sebagai komoditas alias barang dagangan. denger2 bupati lagi butuh uang besar untuk menutup kasusnya di Polda, setali tiga uang dengan kepala BKD untuk kasus korupsi PSIR. klop deh pegawai yang jadi korban. Saatnya yang tepat untuk melawan koruptr!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan