Dua SMP Di Rembang Dibobol Maling

Sabtu, 7 Januari 2012 | 11:53 WIB
SULANG – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sulang dan SMPN 1 Bulu, Sabtu (7/1) dini hari dibobol maling sehingga sejumlah perangkat komputer di dua sekolah yang berlokasi di jalan raya Rembang – Blora raib.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian, Sabtu (7/1) pagi, pencuri membawa kabur 18 unit CPU, sembilan monitor komputer, satu buah komputer jinjing (laptop), satu paket alat peraga IPA, dan kamera tangan (handycam) dari SMP Negeri 1 Sulang, setelah mencongkel teralis jendela masing-masing ruang penyimpanan perabotan sekolah tersebut.

Sementara di SMP Negeri 1 Bulu, pencuri menggasak dua unit CPU, lima monitor komputer, dan dua LCD proyektor.

Seorang guru SMPN 1 Sulang, Suprihadi mengatakan pembobolan sekolahnya itu pertama kali diketahui oleh siswa yang akan masuk kelas. Para siswa memergoki beberapa utas kabel CPU berserakan di pekarangan belakang sekolah, sedangkan perangkatnya sudah diambil.

“Bersama guru yang lain, kami segera mengecek ruang komputer, ternyata kondisinya kocar-kacir,” kata dia.

Pihaknya lalu meminta keterangan tiga orang penjaga malam di sekolah itu masing-masing Nurrokhim, Sukamto, dan Sukarno, namun ketiganya mengaku tidak tahu kejadian itu dan sama sekali tidak mendengar suara mencurigakan.

Salah seorang pencuri yang diperkirakan lebih dari dua orang tersebut, kata dia, sempat meninggalkan jejak berupa tinja di belakang ruang komputer. “Barangkali itu cara para pencuri menunjukkan bahwa malam itu, mereka sangat leluasa beraksi,” kata dia.

Hingga Sabtu (7/1) siang, petugas dari Polsek Sulang masih intensif memeriksa sejumlah saksi.

Sementara, Kapolsek Bulu Ajun Komisaris Polisi Subali menyatakan pihaknya sudah memerintahkan anggota melakukan olah TKP. “Beberapa sidik jari ditemukan, tetapi sulit untuk mengarahkan keterlibatan siapa tersangka pelaku,” kata dia.

Mengenai dugaan pelaku pencurian di SMPN 1 Sulang dan SMPN 1 Bulu merupakan satu komplotan, AKP Subali enggan mengomentarinya, namun berjanji melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Melihat modusnya memang sama persis. Namun, soal pelakunya sama atau tidak, perlu penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.

Berdasarkan keterangan polisi, kerugian akibat pencurian di dua SMP tersebut, diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Pembobolan sekolah dan menggasak sejumlah perabotan bukan pertama kalinya di kabupaten ini, sebab pada 22 dan 24 Desember 2010 silam, perampokan terjadi secara beruntun di SMPN 3 Pamotan dan SMPN 2 Sulang, Rabu (22/12). Namun, pada 28 Desember 2010, polisi berhasil meringkus empat dari sembilan pelaku perampokan yang merupakan warga Jawa Timur. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan