Dua Orang Pejudi Dibui

Jumat, 20 Januari 2012 | 06:56 WIB
KOTA – Dua orang warga Dusun Mbesi Desa Kedungrejo, Kecamatan Kota Rembang harus mendekam di bui Kepolisian Resor Rembang setelah pada Minggu (8/1) lalu tertangkap basah berjudi dengan menggunakan kartu remi di sebuah rumah kosong di kawasan dusun setempat.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Mohammad Bahrin, Jumat (20/1) mengatakan, selain kedua tersangka itu, seorang pelaku lainnya berhasil kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasatreskrim yang didampingi Kepala Unit III Reskrim Aipda AL Sutikna menyebutkan dua tersangka yang berhasil diamankan adalah Kasnadi (36) dan Sunardi (34), sedangkan Andik, seorang pelaku lainnya berasal dari desa yang sama, kabur.

Penggerebekan dan penangkapan pelaku perjudian tersebut, kata dia, bermula dari informasi masyarakat. “Masyarakat melaporkan adanya perjudian setiap hari di sebuah rumah kosong di wilayah Dusun Mbesi Desa Kedungrejo karena dinilai meresahkan. Kami pun segera melakukan penyelidikan saat itu,” kata dia.

Dalam penyelidikan, lanjut dia, polisi memang mendapati sebuah rumah yang hampir setiap hari digunakan sebagai ajang perjudian. “Kami pun menggerebeknya dan mengamankan dua tersangka pelaku perjudian, sementara seorang pelaku lainnya bisa kabur” kata dia.

Dari tangan kedua tersangka tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua set kartu remi, satu tikar dan dua lembar kardus sebagai alas duduk, dan uang tunai diduga untuk berjudi sebesar Rp302.000.

“Pelaku yang kami amankan baru pertama kali ini masuk penjara, namun merupakan pelaku lama perjudian,” kata dia.

Ia menyebutkan setiap pelaku perjudian diancam jerat Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman hukuman hingga sepuluh tahun penjara. (Puji)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan