Dua Nyawa Melayang Akibat Tersetrum Listrik

Selasa, 17 Januari 2012 | 09:28 WIB
KALIORI – Dua orang warga masing-masing di Desa warugung Kecamatan Bulu dan Desa Meteseh Kecamatan Kaliori tersetrum aliran listrik sehingga mengakibatkan nyawa keduanya melayang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Selasa (17/1), seorang warga Dusun Biroto Desa Warugunung, Kecamatan Bulu, Kasnawi, diketahui sekarat oleh istrinya dan diduga akibat tersetrum aliran listrik ketika memperbaiki pompa air di sawahnya, Senin (16/1) siang.

Kasnawi memang sempat dilarikan ke Puskesmas Sulang untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa bapak tiga anak ini tidak tertolong. Insiden serupa terulang Selasa (17/1) pagi di wilayah Kecamatan Kaliori.

Seorang ibu rumah tangga warga Dusun Kaligung Desa Meteseh, Saminah, juga menjadi korban sengatan listrik. Korban terpental dan jatuh setelah kawat yang digunakan untuk menjemur pakaian tak disadari teraliri listrik yang diduga berasal dari kayu basah tiang penghubung kabel antarrumah.

Saminah menghembuskan nafas terakhir di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr R Soetrasno Rembang saat tim medis hendak menolongnya.

Atas catatan ini, Kepala Bagian Humas Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang HM Daenuri meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan perbaikan perangkat listrik, terutama ketika musim hujan seperti saat ini.

“Kondisi curah hujan yang cenderung tinggi mengakibatkan jaringan kabel listrik relatif mudah basah dan berpotensi mengalirkan arus apabila ada sedikit bagian saja yang terkelupas. Jika tidak hati-hati, maka nyawa bisa menjadi taruhannya,” kata dia.

Pihaknya juga meminta agar warga memastikan keamanan kabel jaringan sebelum memperbaiki perangkat terhubung listrik yang rusak. “Jika sedang melakukan perbaikan, pastikan tidak ada aliran listrik. Hati-hati saat memeriksa. Jika diperlukan, sesekali bisa dilakukan kontrol atas sambungan-sambungan kabel jaringan,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan