Dua Desa Sepakat Berdamai, Pembakar Jembatan Tetap Diburu

Jumat, 24 Agustus 2012 | 11:07 WIB
Camat Sumber, Heriyono saat menghadiri mediasi kesepakatan damai pascaketegangan Kedungtulup-Sumberagung, Jumat (24/8). (Foto: Pujianto)

SUMBER, mataairradio.net – Dua desa di perbatasan Rembang-Pati yakni Desa Kedungtulup, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, dan Dukuh Pohlandak, Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, sepakat berdamai, Jumat (24/8).

Kesepakatan damai pascaketegangan warga di dua desa bertetangga saat malam Hari Raya Idul Fitri yang berujung pada pembakaran jembatan penghubung Kedungtulup-Pohlandak itu dihadiri warga dan tokoh masyarakat dua desa, Camat Sumber Heriyono, Camat Jaken Teguh S, Kapolsek Sumber AKP Budi AS, Kapolsek Jaken AKP Amlis Chaniago, Tim Teknis Dari DPU Rembang dan Pati, serta perwakilan dari masing-masing koramil.

Kepala Desa Sumberagung, Kamdani mengatakan pascakejadian pihaknya langsung bermusyawarah dengan warga dan sejumlah tokoh masyarakat untuk mengambil keputusan mengakhiri perselisihan.

“Sesuai hasil kesepakatan itu, kami menyatakan siap berdamai dan kembali hidup berdampingan seperti semula. Itikad itu kami wujudkan dengan mencabut laporan penganiayaan atas warga kami ke Polsek Sumber,” ujarnya.

Ia pun mengakui perselisihan yang berujung dengan pembakaran jembatan itu, membuat resah warganya khususnya yang hendak pergi ke Pasar Krikilan dan anak-anak yang bersekolah di Sumber.

“Praktis setelah jembatan itu dibakar, warga kami harus memutar sejauh 3,5 kilometer dari bisanya yang hanya sekitar setengah kilometer, ini yang kemudian membuat kami prihatin dan ingin segera menyelesaikan masalah ini dengan baik,” katanya.

Kamdani menyatakan pihaknya memang belum bisa maksimal melakukan perawatan jembatan sebagai tanggung jawabnya, karena ia berdalih jembatan itu dibangun kali terakhir oleh Pemkab Rembang.

“Kami memang belum bisa melakukan perawatan jembatan dengan baik. Namun, upaya mengajukan perawatan ke Pemkab Pati hingga tiga kali juga belum ditanggapi. Hanya, kami berharap masalah ini tidak memicu perpecahan di antara kita yang  selama ini hidup rukun,” tandasnya.

Kades Kedungtulup, Kasiran menyatakan pihaknya juga sepakat dengan usulan damai tersebut. “Perdamaian ini sangat kami harapkan. Sebab jika tidak, persoalan ini akan semakin panjang dan berdampak balas dendam di kemudian hari. Untuk itu kami juga sepakat mengakhiri menyelesaikan permasalahan ini dengan damai,” katanya.

Kapolsek Sumber AKP Bibit AS mengemukakan, perdamaian ini sudah merupakan keharusan dan harus dijaga selamanya. “Jangan sampai terulang lagi karena akibat permusuhan yang berujung dengan pembakaran jembatan sangat meresahkan dan merugikan warga,” katanya.

Namun, Bibit menegaskan, meski laporan penganiayaan telah dicabut dan perdamaian telah tercapai, pihaknya mengaku akan tetap memburu pelaku pembakaran jembatan.

Ia menambahkan, sesuai dengan petunjuk Kapolres para pelaku pembakaran jembatan harus dijerat hukum guna memberikan efek jera agar kelak tak mengulangi perbuatannya. “Ini sudah jadi menjadi komitmen kami dan kami sangat berharap masyarakat bisa membantu mencari informasi,” pungkasnya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan