Kembali Ditetapkan, DPT di Rembang Susut 274 Pemilih

Jumat, 1 November 2013 | 13:58 WIB
DPT Pemilu 2014 di kabupaten Rembang  sudah tiga kali ditetapkan, masing-masing pada 12 September, 12 Oktober, dan 1 November 2013. (Foto:Puji)

DPT Pemilu 2014 di kabupaten Rembang sudah tiga kali ditetapkan, masing-masing pada 12 September, 12 Oktober, dan 1 November 2013. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2014 di Kabupaten Rembang kembali diperbaiki dan ditetapkan. Jumlahnya kembali mengalami penyusutan. Kali ini, DPT susut 274 pemilih atau dari 477.848 orang pada penepatan 12 Oktober lalu, menjadi 477.574 pemilih di penetapan, Jumat (1/11) siang.

DPT Pemilu 2014 di kabupaten ini sudah tiga kali ditetapkan, masing-masing pada 12 September, 12 Oktober, dan 1 November ini. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rembang melalui salah satu komisionernya, Maftuhin menjelaskan, penetapan kembali DPT ini lantaran KPU Pusat belum bisa menetapkan daftar pemilih tetap secara nasional pada 23 Oktober lalu.

Oleh karena itu, sejak penetapan kedua hingga yang ketiga ini, penyelenggara KPU di tingkat desa hingga kabupaten kembali memperbaiki DPT. Pihaknya berharap, penetapan kali ini menjadi yang terakhir, sebelum kemudian DPT ditetapkan secara nasional oleh KPU Pusat pada 4 November mendatang.

Maftuhin menjelaskan, penyusutan DPT paling banyak disebabkan oleh masih ditemukannya pemilih yang terdaftar ganda, baik antardesa dalam kabupaten maupun terdaftar ganda antarkabupaten dalam provinsi.

Sementara itu, dalam penetapan ulang DPT untuk kali ketiga ini, terkuak adanya 2.134 pemilih yang nomor induk kependudukannya tidak valid, paling banyak di Kecamatan Sarang dengan 982 orang.

Terkuak pula, 10.558 pemilih yang nomor kartu keluarganya juga tidak sahih, paling banyak pun di Kecamatan Sarang dengan 3.035 orang. Ketidakvalidan NIK dan NKK itu diketahui dari jumlah digit yang tidak mencapai 16 atau memang belum ada nomornya. Khusus untuk NKK, paling banyak disumbang dari warga pendatang yang belum punya KK.

Atas temuan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud melalui Maftuhin mengaku sudah menempuh beberapa langkah. Dia menyatakan, telah meminta setiap penyelenggara di tingkat desa untuk menyandingkan DP4 dengan DPT agar bisa menemukan NIK-nya.

Penyelenggara di tingkat desa juga diminta agar kembali mendatangi secara langsung pemilih yang NIK atau NKK-nya tidak valid. Maftuhin menegaskan, jika dengan dua langkah itu, NIK dan NKK belum bisa terisi, pihaknya menyerahkan nama-nama itu ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk diurus. Selain itu, KPU Kabupaten Rembang juga membuat laporan ke Provinsi maupun KPU Pusat.

Meski terdapat pemilih yang NIK dan NKK-nya tidak valid, KPU Kabupaten Rembang tetap memasukkannya ke dalam DPT. Karena pemilih ini secara faktual ada dan ditemui saat pendataan. Setelah ditetapkan, DPT akan diumumkan kepada masyarakat umum sampai dengan hari coblosan Pemilu, 9 April 2014. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan