Lelaki Pikun Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Tebu

Selasa, 22 Oktober 2013 | 15:55 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Masyarakat Desa Ngemplakrejo Kecamatan Pamotan digegerkan oleh penemuan mayat seorang lelaki tua di kawasan kebun tebu di desa itu pada Senin (21/10) siang kemarin. Sempat tak diketahui identitasnya dan hendak dikebumikan di pemakaman umum Desa Ngemplakrejo, mayat itu akhirnya diketahui sebagai Sugiman (70), warga Dusun Sangkrah Desa Logede Kecamatan Sumber.

Pihak keluarga Sugiman yang mendengar informasi penemuan mayat, memang segera meluncur ke Ngemplakrejo. Jenazah Sugiman dibawa pulang ke rumah duka dan tiba di kediaman pada sekitar jam 12 malam. Jenazahnya baru dimakamkan di kampung halamannya pada Selasa 22/10) pagi.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengaku mendapat kabar penemuan mayat dari warga setempat. Sesampainya di lokasi penemuan, polisi sempat melakukan olah tempat kejadian untuk memastikan penyebab kematian Sugiman.

Polisi menemukan luka lecet yang telah mengering pada bagian kepala. Sugiman yang sudah linglung alias pikun ini diduga belum lama mati. Dia diduga terjatuh dan kepalanya terbentur, sehingga luka dan meninggal dunia. Kasatreskrim memastikan tidak ada tanda bekas kekerasan pada tubuh lelaki tua tersebut.

Saat pertama kali ditemukan, warga mendapati roti yang sudah dimakan separuh pada saku baju Sugiman. Selain itu juga ditemukan uang tunai sejumlah Rp74ribu dari padanya. Mayat Sugiman ditemukan oleh seorang wanita dari desa setempat, ketika hendak mencari rumput.

Menurut keterangan Kadi, warga Dusun Sangkrah, Sugiman diketahui hilang sejak Senin 14 Oktober lalu. Kadi bertetangga dengan Sugiman dan tinggal di RT 2 RW 1. Sebelum dinyatakan hilang dan dicari oleh keluarganya, Sugiman sempat diboncengkan oleh seseorang dari Pasar Krikilan.

Namun sesampainya di pertigaan menuju Dusun Sangkrah, Sugiman memaksa minta turun. Warga mengetahui lelaki tua itu berjalan menuju ke arah barat atau menuju Dusun Jambu Desa Krikilan Kecamatan Sumber. Keluarga yang langsung mencarinya, tidak menemukannya dan barulah pada Senin (21/10) malam ditemui sudah meninggal dunia.

Berkaitan dengan kasus ini, pihak kepolisian mengharapkan setiap masyarakat yang memiliki anggota keluarga berusia senja dan telah pikun, agar tidak mengumbarnya keluar rumah. Kasus lelaki pikun yang kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, tidak kali ini saja terjadi pada warga di Kecamatan Sumber. Sebelumnya seorang warga Kedungtulup yang sudah pikun juga ditemukan tewas setelah terjatuh ke Sungai Randu Gunting. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan