Ditemukan Lagi Kredit Fiktif Heni

Kamis, 12 April 2012 | 10:14 WIB


SUMBER – Mantan Sekretaris Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber, Heni Nur Cahyanti, kembali terlibat dalam penyimpangan dana simpan pinjam yang dikelola perempuan di UPK PNPM Mandiri Perdesaan (MPd) kecamatan setempat. Kali ini, Heni disebut menggelapkan kredit fiktif sebesar Rp60,5 juta.

Adalah Badan Pengawas (BP) UPK PNPM-MPd Kecamatan Sumber, menemukan lagi sejumlah pinjaman dengan nama fiktif masing-masing lima kelompok di Desa Sekarsari dan tujuh kelompok di Desa Krikilan yang diduga diotaki Heni.

“Temuan penyimpangan itu kami peroleh saat melakukan audit reguler periode Februari-Maret 2012 belum lama ini,” terang Kepala BP UPK PNPM-MPd Kecamatan Sumber, Gunanto, Kamis (12/4).

Gunanto menyebutkan, nilai pinjaman yang diduga digelapkan oleh Heni di Desa Sekarsari masing-masing di kelompok Mubarok Rp5 juta, kelompok Barokah I Rp10 juta, Barokah II Rp10 juta, Teratai Rp10 juta, dan Kelompok Hidayat Rp10 juta.

Adapun di Desa Krikilan, dari tujuh kelompok, diduga ada penyimpangan Rp15,5 juta. “Namun, dari Rp15,5 juta itu, Heni mulai mengangsurnya sehingga tinggal Rp9,3 juta,” kata Gunanto.

Atas kembali ditemukannya dugaan penyimpangan oleh Heni itu, Gunanto berharap aparat segera menindaklanjutinya. “Sebab, jika tidak ditindaklanjuti, kami khawatir masih ada beberapa lagi pinjaman gelap yang dilakukan oleh Heni,” kata dia.

Apalagi, pihak Polres Rembang pernah berjanji akan tetap menyelidiki kasus penyimpangan dana SPP di UPK PNPM-MPd Kecamatan Sumber, meski sebelum ditemukan penyimpangan kali ini, Heni telah mengembalikan uang Rp155,844 juta hasil penggelapannya dari dana simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP), temuan audit per November 2011.

“BP UPK masih akan terus mengembangkan audit sembari menunggu komitmen dari pihak Polres Rembang dan pihak terkait seperti BPMPKB Kabupaten Rembang. Kami mulai berharap, BPKP mau turun tangan melakukan audit serupa,” katanya.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Rembang, Iptu Haryo Seto mengatakan pihaknya masih berkomitmen untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Sejauh ini, kami masih menjalani proses penyelidikan dengan melakukan pengembangan dan pengumpulan sejumlah barang bukti termasuk menghimpun keterangan sejumlah saksi. Jika nanti semuanya lengkap proses akan di tingkat ke penyidikan dan menentukan tersangka,” terangnya.

Ia juga menegaskan, meski oknum Sekretaris UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber itu telah berinisiatif mengembalikan dana yang digelapkan, hal itu tidak akan memengaruhi upaya pengusutan dan proses hukum yang saat ini telah berjalan. (Puji)




One comment
  1. sarno

    April 17, 2012 at 12:27 pm

    jangan yang teri-teri seperti ini aja to polisi itu bergerak. yang besar-besar dan dan sistimatis yang melibatkan mafia dan merugikan negara yang jauh lebih itu jauh lebih penting. Polisi itu lembaga besar bukan pos ronda kampung yang kelasnya maling ayam. polisi itu harus bisa membongkar kejahatan besar yang berhubungan dengan kekuasaan.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan