Disalip Xenia, Truk Pengangkut Rosok Terguling

Sabtu, 11 Agustus 2012 | 06:48 WIB
Truk pengangkut rosok terguling di sekitar Jembatan Sumurtawang, Kragan, Sabtu (11/8). (Foto: Pujianto)

KRAGAN – Sebuah truk bermuatan barang-barang rongsokan dilaporkan terguling di tepi jalan Jalur Pantura sekitar Jembatan Sumurtawang, Kecamatan Kragan, Sabtu (11/8) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Sopir truk bernomor polisi S 8132 UX itu diduga kehilangan kendali akibat kaget lantaran disalip sebuah kendaraan bermotor jenis Xenia dari arah kanan tanpa memberikan tanda atau klakson terlebih dahulu.

Karena terguling, muatan truk berupa barang-barang rongsokan, tumpah ruah di jalanan dan sempat membuat lalu lintas di jalur tersebut sedikit tersendat.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Iptu Muhammad Syuhada menuturkan, kecelakaan bermula ketika armada yang dikemudikan Wiyono Kasiyo (40), warga Jalan Cargo Nomor 10 Ubung Kaja Denut, Denpasar, melaju dengan kecepatan sedang dari arah Semarang menuju Surabaya.

Namun sesampainya di tempat kejadian, tiba-tiba sebuah mobil xenia yang nomor polisinya tak diketahui mendahului truk tersebut dari arah kanan. Diduga tidak membunyikan klakson terlebih dahulu, sopir truk kaget dan spontan membuang kemudi ke kiri.

“Truk jatuh dari badan jalan dan karena kehilangan keseimbangan, truk terguling. Muatannya tumpah di jalan. Kami yang tak lama menerima laporan, segera mengevakuasi kendaraan,” kata Syuhada.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun sejumlah titik armada mengalami rusak. Sang sopir hanya menderita luka ringan. “Karena jalur setempat relatif gelap di malam hari, jika kendaraan yang menyalip tidak memberikan tanda atau klakson, tentu pengemudi kendaraan yang disalip bisa kaget dan hilang kendali,” tandasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan