Disabet Pedang, Mio Melayang

Selasa, 19 Juni 2012 | 06:10 WIB
AKP Subali

KOTA – Aksi pencurian dengan kekerasan masih saja terjadi di Rembang. Kali ini, seorang remaja Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu, Muhammad Roy Setiawan (14), harus merelakan sepeda motor yang ditungganginya, setelah dirampas paksa oleh empat orang pria tak dikenal ketika melintas di jalan Jalur Sulang-Sumber, tepatnya di turut tanah Desa Pondokrejo, Kecamatan Bulu, Senin (18/6) sekitar pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun suararembang, Selasa (19/6), kejadian bermula ketika korban hendak menjemput seorang temannya tak jauh dari lokasi kejadian.

Namun, belum jauh berkendara, empat orang pria tak dikenal yang salah satunya bersenjatakan pedang, menghentikan laju sepeda motor korban. Salah seorang pelaku nekat menyabetkan pedang ke pergelangan tangan kanan korban lantaran sempat berusaha mempertahankan sepeda motornya.

Pelaku pun lantas menggondol paksa sepeda motor jenis Yamaha Mio warna hitam bernomor polisi K 5305 BM milik korban ke arah timur (Sulang). Belakangan sepeda motor korban diketahui sebagai sepeda motor pinjaman.

“Korban menderita luka di pergelangan tangan kanan dengan lima jahitan. Ia disabet pedang,” terang Kepala Kepolisian Sektor Bulu AKP Subali saat dihubungi suararembang melalui telepon selulernya.

AKP Subali mengaku masih mendalami aksi pencurian dengan kekerasan tersebut, termasuk mengorek keterangan dari korban. “Yang jelas, jalur tempat kejadian itu adalah jalur sepi,” terang Kapolsek.

Pihak polsek, kata dia, sebenarnya telah menggelar patroli rutin di jalur-jalur sepi di wilayah hukumnya. Hanya, ia mengakui, patroli rutin tidak difokuskan di Jalur Sulang-Sumber.

“Kalau soal patroli, sejauh ini masih jalan. Namun, fokus patroli rutin kami bukan di jalur Sulang-Sumber, melainkan di Jalur Rembang-Blora tepatnya di kawasan Songkelmereng,” terang AKP Subali.

Pihaknya juga mengaku belum bisa menyimpulkan apapun terkait pelaku. “Soal apakah ada keterkaitan dengan pelaku-pelaku curas lain selama ini, kami belum bisa menyimpulkan,” tegas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan