Dinas Peringatkan 200 Perusahaan Bayar THR

Rabu, 1 Agustus 2012 | 02:19 WIB
Ilustrasi. (foto: m.riaupos.co)

KOTA – Pemerintah Kabupaten Rembang melayangkan setidaknya 200 lembar surat edaran berisi imbauan kepada perusahaan agar membayarkan tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun 2012 tepat waktu.

“Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah mengeluarkan imbauan kepada perusahaan untuk memberi THR Keagamaan bagi buruh atau pekerja secara tepat waktu selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Rembang, Abdul Malik, Rabu (1/8).

Ia mengemukakan hal itu terkait dengan surat edaran Nomor: SE 05/MEN/VII/2012 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Himbauan Mudik Lebaran Bersama dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI tanggal 19 Juli 2012.

Menurut Abdul Malik pemberian THR Keagamaan bagi pekerja atau buruh merupakan tradisi sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau buruh dan keluarganya dalam merayakan Hari Raya Keagamaan.

“Pembayaran THR Keagamaan Tahun 2012 merupakan kewajiban pengusaha kepada pekerja atau buruh,” katanya menegaskan.

Pembayaran THR Keagamaan, kata dia, diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor: PER 04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.

Ia juga mengatakan agar tercipta hubungan kerja yang harmonis dan kondusif di tempat kerja, maka Peraturan Menteri Tenaga Kerja tersebut wajib dilaksanakan secara konsisten oleh setiap perusahaan yang telah mempekerjakan pekerja.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia itu menyebutkan THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan secara terus menerus atau lebih.

Sedangkan besarnya THR Keagamaan untuk pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih dibayarkan satu bulan upah dan pekerja yang mempunyai masa kerja tiga bulan secara terus menerus, namun kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan perhitungan jumlah bulan masa kerja dikali satu bulan upah dibagi 12 bulan.

Abdul Malik menjelaskan bagi perusahaan yang sudah mengatur pembayaran THR Keagamaan dalam Perjanjian Kerja Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama lebih baik dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja dilakukan berdasarkan Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama.

“THR bagi pekerja diberikan satu kali dalam setahun oleh perusahaan dan pembayarannya disesuaikan dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing pekerja, selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan,” tegasnya.

“Kami sudah meneruskan surat edaran dari Menakertrans itu ke sekitar 200 perusahaan di Kabupaten Rembang,” sambung Abdul Malik. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. Ilyas al Musthofa

    Agustus 1, 2012 at 6:37 am

    iya itu sangat penting beban menjelang lebaran semakin tinggi…sudah seharusnya semua perusahaan tanpa mengindahkan kondisi apapun memberikan sangu kepada kulinya…

    Reply
  2. Ilyas al Musthofa

    Agustus 1, 2012 at 6:39 am

    kasihan yang mudik jauh..bawa serta anak cucu…kondisi ini perlu dipikirkan…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan