Dibahas Akhir Tahun, Kualitas Empat Raperda Terancam Asal-Asalan

Kamis, 5 Juli 2012 | 09:58 WIB
Ketua Badan Legislasi DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santoso.

KOTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang menjadwalkan pembahasan empat rancangan peraturan daerah (Raperda), baik yang digagas eksekutif maupun inisiatif DPRD di penghujung 2012 sehingga kualitasnya terancam tidak maksimal alias asal-asalan.

Namun, Ketua Badan Legislasi DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santoso kepada suararembang, Kamis (5/7), buru-buru menampiknya.

Menurut dia yang Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Rembang itu, pembahasan keempat raperda tersebut akan tetap maksimal dan menyentuh kepentingan rakyat, selagi DPRD bersama pihak eksekutif serius membahas dan bertekad merampungkannya tahun ini.

Seperti diketahui, selain raperda-raperda rutin seputar APBD, pada 2012 ini, ada empat raperda masing-masing tiga dari pihak eksekutif dan satu raperda inisiatif dari pihak legislatif.

Tiga raperda dari Pemkab Rembang yang diusulkan untuk dibahas itu adalah Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Raperda tentang Cagar Budaya dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora), dan Raperda tentang Sumbangan Pihak Ketiga kepada Daerah yang digagas Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

Sementara, satu raperda yang merupakan inisiatif dari DPRD adalah Raperda tentang Penataan Toko Modern Berjejaring dan Penguatan Toko Tradisional

“Jadwal-jadwal pembahasan telah disusun. Kalau semuanya dilakukan sesuai jadwal, saya pikir keempat raperda tersebut akan bisa rampung tahun ini,” terang dia.

Dimulai pada 19 Juli 2012. Ia menyebutkan, pada tanggal itu, Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rembang Tahun Anggaran (TA) 2011 dijadwalkan sudah akan diparipurnakan.

“Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD Perubahan 2012 yang pembahasannya dijadwalkan selesai 26 Juli 2012. Harapannya sebelum Hari Raya Idul Fitri tahun ini, APBD-P 2012 sudah bisa disahkan,” terang Puji.

Usai libur Lebaran, lanjut dia, pihaknya akan segera melakukan pembahasan KUA-PPAS dan APBD 2013. “Agar pembahasan keempat raperda tersebut tetap bisa maksimal, maka pembahasan APBD 2013 diharapkan sudah tuntas 30 November 2012,” tegas dia.

Ia mengakui, saat ini memang masih muncul kendala dari keempat Raperda tersebut. “Kendala anggaran ada pada Raperda tentang Cagar Budaya dan Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Namun, masing-masing instansi pengusul raperda tersebut sudah mengajukan anggaran di APBD-P 2012,” ungkap Puji.

Menurut dia, memang riskan membahas empat raperda di penghujung tahun. “Hanya, kalau eksekutif bekerja sesuai tahapan dan prosedur, tidak ada yang perlu dirisaukan,” tegas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan