Debu Tambang Diduga Picu Peningkatan Kasus Gangguan Pernafasan

Sabtu, 30 November 2013 | 15:31 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SALE, MataAirRadio.net – Kasus gangguan sistem pernafasan pada warga di Kecamatan Sale tercatat tinggi. Dalam sebulan, tercatat rata-rata 150 kasus pengidap gangguan sistem pernafasan. Tingginya angka kasus tersebut diduga akibat lonjakan aktivitas kendaraan pengangkut material tambang yang menghasilkan debu.

Petugas Pencatat pada Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3) Sale Gesit Sudiyoko membeberkan, penyakit yang menyerang sistem pernafasan kebanyakan dari kualitas udara yang tercemar alias tidak bersih.

Udara kotor itu salah satunya disebabkan oleh debu yang ditimbulkan dari material tambang saat dibawa oleh kendaraan pengangkut. Sejumlah wilayah di Sale yang menjadi penyumbang terbanyak pasien dengan gangguan pernafasan adalah Desa Tahunan, Jinanten, Gading, Mrayun, dan Sale. Desa-desa itu, hampir setiap hari menjadi akses utama kendaraan tambang.

Berdasarkan laporan terakhir Puskesmas pada Oktober lalu, penyakit gangguan sistem pernafasan menempati urutan tertinggi dengan 211 kasus. Disusul Arthritis rheumatoid atau radang sendi dengan 171 kasus, serta dispepsia atau gangguan pada lambung dengan 141 kasus.

Menurut Gesit, dari sejumlah kasus penyakit yang terjadi di wilayah Kecamatan Sale, gangguan sistem pernafasan menjadi yang paling dominan setiap periode. Dia tidak punya wewenang untuk membuat rujukan penanganan terkait tingginya kasus tersebut.

Sementara itu, meski banyak warga Sale yang tinggal di perdesaan, wilayah ini lumayan minim kasus diare. Puskesmas Sale hanya mencatat 18 kasus diare pada bulan Oktober. Meski demikian, diare tetap saja mengancam dan berpotensi melonjak seiring berlangsungnya musim penghujan. (Ilyas al-Musthofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan