Dari Sekadar Ngopi, Kini Miliki Komunitas Peduli

Minggu, 17 Juni 2012 | 05:25 WIB

KOTA – Ngumpul-ngumpul sambil minum kopi di kedai kopi tidak bisa dipandang hanya dari sudut negatif. Pasalnya, hanya dari sekadar cangkrukan di kedai kopi, beberapa pemuda di Desa Tasikagung, Kecamatan Kota Rembang, kini justru memiliki komunitas peduli anak yatim piatu. Komunitas Ngisor Waru namanya.

Nama Ngisor Waru diambil dari nama tempat nongkrong komunitas tersebut. Sebuah kedai kopi yang berada persis di bawah pohon waru, bilangan Jalan Pelabuhan, Tasikagung, Rembang menjadi asal muasal terbentuknya komunitas itu.

Pada Minggu (17/6), komunitas yang berdiri pada Maret 2012 tersebut memberikan santunan kepada 150 anak yatim piatu dari berbagai daerah di Kabupaten Rembang. Bahkan, ada beberapa anak yatim dari Kediri, Solo, Batam, dan Jakarta yang mendapatkan santunan serupa.

Sekretaris Komunitas Ngisor Waru, Haji Umadin mengatakan, sejak terbentuk, komunitas tersebut telah menyantuni sebanyak 431 anak yatim piatu. “Santunan kami salurkan per bulan. Masing-masing anak yatim disantuni Rp100ribu,” terang dia.

Santunan tersebut diberikan agar anak-anak tersebut bisa tetap mengenyam pendidikan. Dalam kesempatan itu, pihak komunitas juga menyalurkan bantuan berupa buku tulis kepada anak-anak yatim tersebut.

“Kami juga memberikan bantuan pengobatan kepada anak yatim yang menderita sakit. Yang demikian, kami menyantuni Rp500ribu hingga satu juta rupiah,” ujar dia.

Komunitas tersebut, imbuh Umadin, terlecut dari keprihatinan warga akan tingginya masalah sosial khususnya yang dialami anak yatim piatu. “Alhamdulillah, donaturnya pun tidak hanya berasal dari dalam Kabupaten Rembang, tetapi juga dari Jakarta, Medan, Bekasi, Denpasar, dan Samarinda,” ungkapnya.

Dermawan yang hendak menyisihkan sebagian rezekinya untuk anak yatim piatu bisa menyalurkannya melalui rekening BRI atas nama Komunitas Ngisor Waru dengan nomor 137001000401539.

Penasehat Komunitas Ngisor Waru, KH Ahmad Nawawi Kholil menambahkan, ke depan, komunitas akan melebarkan sayap santunannya kepada para dhuafa di Kabupaten Rembang.

“Anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa harus tetap mengenyam pendidikan. Membantu mereka tidak sulit; tinggal menyisihkan uang belanja yang kurang bermanfaat untuk mereka,” terang dia.

Selain menyantuni anak yatim piatu dan kaum dhuafa, pihaknya juga merencanakan mengadakan satu unit mobil serbaguna untuk mendukung program Komunitas Ngisor Waru. “Mobil serbaguna itu berupa ambulans multifungsi,” jelasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan