Dandim: Waspadai “Devide Et Impera” Masa Kini

Kamis, 21 Juni 2012 | 08:05 WIB


KOTA – Komandan Kodim 0720 Rembang Letkol Arm Dedy Jusnar Hendrawan mengemukakan politik pecah belah atau “devide et impera” pada masa kini perlu diwaspadai karena kemajemukan yang dimiliki bangsa ini.

“Belanda berhasil menjajah negeri ini selama 350 tahun lantaran keberhasilan mereka memecah belah kita yang terdiri dari berbagai macam agama, suku, dan kelompok ini,” terang dia dalam obrolan bertajuk “Membentuk Kembali Karakter Bangsa” di Balai Manunggal Kodim 0720 Rembang, Kamis (21/6).

Dandim mengemukakan, setiap orang di republik ini tidak boleh lemah dan apalagi mudah terpecah belah apabila menginginkan kedaulatan dan keutuhan NKRI terjaga.

“Caranya, mari kita kembali pada empat pilar bangsa ini. Kita kembali pada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” tegas dia di hadapan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, dan sejumlah wartawan tersebut.

Apalagi, menurut Dedy, perang di masa kini tidak lagi sekadar menggunakan kekuatan pasukan, tetapi juga kekuatan intelejen. “Sudah tentu, pihak-pihak yang berusaha merongrong negara ini akan memanfaatkan keberagaman kita untuk memecah belah. Dan ini harus dieliminasi,” ujarnya berapi-api.

Langkah nyata untuk mengeliminasi ancaman pemecahbelahan itu, kata Dandim, adalah dengan meningkatkan kewaspadaan. “Waspada pada gerakan-gerakan separatis mengatasnamakan agama, kelompok, dan yang lain,” terang dia.

Karena itu, pihaknya telah berupaya mengumpulkan sedini mungkin informasi yang berpotensi menggerogiti jiwa nasionalisme. Di antaranya mendeteksi dini pengaruh laten komunisme dan gerakan radikalisme agama.

“Kami mendeteksi adanya kelompok-kelompok separatis komunis dan gerakan radikalisme kanan di Rembang. Meski sejauh ini tidak ada gerakan, tetap saja harus diwaspadai,” tegasnya.

Secara khusus, pihaknya mengaku tengah menguntit sejumlah orang yang ditengarai masuk dalam lingkaran terorisme dan komunisme. “Ada seorang dari wilayah Sumber yang kami tengarai masuk dalam lingkaran teroris dan sedang dalam pengawasan intensif Polri maupun TNI,” ungkapnya. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan