Sosialisasikan Dampak Pabrik Semen, Warga Putar Film Dokumenter

Jumat, 29 Maret 2013 | 19:09 WIB

GUNEM, MataAirRadio.net – Puluhan orang warga dari Desa Bitingan Kecamatan Sale dan Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem menyaksikan pemutaran film dokumenter dampak pembangunan pabrik semen, Kamis (28/3) malam. Acara tersebut digelar seusai tahlil bersama di Desa Bitingan.

Acara yang diselenggarakan warga Desa Bitingan itu berlangsung cukup semarak. Sujono (29) warga Desa Bitingan yang menjadi inisiator kegiatan tersebut mengaku senang karena ternyata antusias masyarakat cukup tinggi.

Pemutaran film itu pun, menurut Sujono sekaligus menjadi sosialisasi dampak pembangunan pabrik semen, sehingga masyarakat bisa lebih secara jelas menilai dampak positif dan negatifnya.

Forum yang diklaim sebagai media penyadaran akan dampak yang akan ditimbulkan atas pendirian pabrik semen juga digelar di tempat lain seperti Desa Tegaldowo dan sekitarnya.

Hadir pada kegiatan malam itu beberapa orang dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Pati, dan beberapa tokoh masyarakat sekitar. Jumadi, salah seorang anggota JMPPK Pati sempat berbagi pengalamannya tentang aksi penolakan pendirian pabrik semen di Sukolilo Pati.

Anggota LBH Semarang Zainal Arifin menambahkan, pihaknya menyatakan dukungan terhadap keinginan warga untuk belajar mengenai hukum dan pengelolaan lingkungan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir memperjuangkan lingkungan yang bersih dan sehat karena hal itu dilindungi oleh undang-undang.

Sementara itu terkait rencana pendirian pabrik semen di Kecamatan Gunem, Pemerintah Kabupaten Rembang berulang kali menyatakan bahwa seluruh tahapan dan proses perizinan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sudah dilalui sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni juga sempat menegaskan, tidak ada alasan bagi pemerintah kabupaten untuk menghentikan pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (Zamroni)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan