Dadapmulyo Runyam, Pilkades Ditunda

Senin, 23 Desember 2013 | 16:49 WIB
Kantor Kecamatan Sarang.

Kantor Kecamatan Sarang.

SARANG, MataAirRadio.net – Kondisi Desa Dadapmulyo Kecamatan Sarang semakin runyam. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengusulkan pembubaran kepanitiaan pilkades lantaran tidak netral. Namun pembubaran personel panitia secara tidak keseluruhan itu ditolak oleh panitia pengawas pilkades tingkat kecamatan.

Penjabat Kepala Desa Dadapmulyo Bambang Riyanto mengakui kondisi wilayahnya memang sedang runyam. Warga dari luar daerah dinilai mulai ikut campur urusan Pilkades Dadapmulyo. Ketua dan sekretaris panitia pilkades disembunyikan selama tiga hari oleh pihak luar. Kini keduanya diketahui sudah pulang ke rumah.

Namun sepulang ketua dan sekretaris, BPD justru membubarkan kepanitiaan dan membentuk panitia baru. Bambang segera berkomunikasi dengan panitia pengawas di tingkat kecamatan dan kabupaten terkait hal itu, namun ditolak. Lantaran kisruh ini, sebagian warga mengusulkan pilkades ditunda saja pada tahun mendatang.

Ketua Panitia Pengawas Pilkades Kecamatan Sarang Edi Kiswanto membenarkan terjadinya kondisi rumit pada Pemilihan Kepala Desa Dadapmulyo. Namun pembubaran panitia masih sebatas wacana yang belum diputuskan.

Edi menganggap, pembubaran panitia dan membentuk lagi yang baru tidak menyelesaikan masalah. Dia justru berharap kepada BPD, agar membuat laporan kepada Bupati yang isinya bahwa Pilkades Dadapmulyo tidak bisa terlaksana pada bulan Desember ini.

Sebab kenyataannya panitia tidak bisa bekerja sesuai tahapan dan kondisi desa tidak kondusif. Jika tarik ulur mengenai penetapan dua atau tiga calon masih berlanjut, pilkades terpaksa ditunda. Soal warga luar daerah yang dinilai turut campur, pihaknya memastikan tidak seperti itu karena masih keluarga bakal calon kades.

Kisruh Pilkades Dadapmulyo berawal ketika muncul protes terhadap surat keterangan lulus pendidikan keseteraan milik bakal calon kepala desa bernama Wakhib. Ada tiga bakal calon yang mendaftar selain Wakhib, yakni Turmundi dan Sakhib.

Panitia memberikan waktu kepada Wakhib untuk menunjukkan surat keterangan pengganti ijazah paling lambat pada Kamis 19 Desember kemarin. Sebab syarat mencalonkan diri sebagai kades bukan surat keterangan lulus, tetapi ijazah atau keterangan pengganti ijazah.

Hingga batas waktu yang ditentukan, Wakhib belum menunjukkannya. Namun menjelang pengambilan keputusan untuk tidak meloloskan Wakhib, ketua dan sekretaris panitia tiba-tiba menghilang. Keputusan menjadi gagal diambil, karena pengumuman harus dilakukan secara kolektif oleh panitia. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan