“Curiga Palsu, Diraba Saja Dulu”

Kamis, 16 Agustus 2012 | 07:45 WIB
Ilustrasi. 

KOTA, mataairradio.net – Kepolisian Resor Rembang meminta masyarakat kabupaten ini meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu pecahan seratus ribuan, terutama menjelang Lebaran 1433 Hijriah.

“Informasi yang kami terima, uang palsu pecahan Rp100ribu, kembali marak beredar. Apalagi, dari segi fisik, uang palsu pecahan ini nyaris sama dengan uang asli,” kata Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Kamis (16/8).

Menurut dia, pada uang palsu pecahan Rp100ribu yang beredar itu, tanda air dan pita di permukaan uang tampak jelas terlihat. Uang palsu tersebut konon juga bisa memancarkan phospor ketika dicek dengan sinar UV.

“Namun, kertas yang digunakan untuk mencetak uang asli sampai saat ini masih belum bisa dipalsukan. Karena itu, jika curiga palsu, diraba saja dulu. Sebab, diterawang saja tidaklah cukup. Harus lengkap; dilihat, diraba, diterawang,” tandasnya.

Kapolres juga menyebutkan, sementara ini, uang palsu pecahan Rp100ribu cenderung tidak beredar di pasar-pasar tradisional. “Namun bukan berarti tidak bakal beredar di pasar tradisional,” tegasnya.

Adhy mengungkapkan, sasaran utama peredaran uang palsu pecahan Rp100ribu tersebut adalah warung-warung dan toko kecil pada malam hari. “Yang diincar adalah uang kembalian. Ini yang harus diwaspadai,” ujarnya.

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan