Curi Kayu, Tujuh Orang Dibui

Kamis, 26 Januari 2012 | 09:35 WIB


KOTA – Kepolisian Resor Rembang menahan tujuh orang warga setelah petugas keamanan hutan menangkap basah mereka mencuri kayu, masing-masing dari sejumlah bagian kesatuan pemangku hutan (BKPH) selama kurun waktu 16-25 Januari 2012.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Mohammad Bahrin, Kamis (26/1) mengatakan ketujuh pelaku pencurian kayu hutan tersebut diamankan berikut sarana dan hasil kejahatannya sebagai barang bukti.

“Enam orang beroperasi di wilayah hutan KPH Mantingan dan seorang lainnya mencuri di hutan KPH Kebonharjo,” kata dia.

Berdasarkan catatan polisi, pencurian kayu terakhir kali dilakukan di Petak 90 D, RPH Trembes, BKPH Demaan, oleh Sugeng (48), warga Dusun Bandilan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem, pada Rabu (25/1) pukul 05.30 WIB. Saat ditangkap, dari tangan Sugeng, disita satu balok kayu jati ukuran 3,8×0,1×0,08 meter.

“Berapapun kayu yang dicuri, tetap akan kami proses hingga tuntas, tanpa kompromi,” kata Kasatreskrim.

Sehari sebelumnya, Selasa (24/1) pukul 17.30 WIB, petugas juga menangkap Said (49), warga Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan karena mencuri kayu jati berukuran 2×0,13 meter dari hutan di Petak 123 F, turut Desa Gambiran, Kecamatan pamotan.

Pada Minggu (22/1) pukul 18.55 WIB, aparat menggelandang Juwari (46), warga Dusun Baraan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Sale, karena tertangkap basah mencuri satu batang kayu jati berukuran 3,8×0,13 meter dari hutan di Petak 32 B RPH Tuder, KPH Kebonharjo.

Petugas juga menangkap Bejo (40), warga Dusun Jatirejo Desa Grawan, Kecamatan Sumber karena mencuri kayu jati berukuran 2×0,16 meter di hutan Petak 7 RPH Jatigenuk BKPH Sudo, sekaligus mengamankan satu buah bendo, sarana kejahatan, pada Sabtu (21/1) pukul 14.30 WIB.

Tercatat ditahan juga Darmono (30), warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu karena mencuri satu batang kayu jati ukuran 2×0,13 meter di hutan Petak 111B, RPH Ngiri pada Kamis (19/1) pukul 14.00 dan dari tangannya disita satu buah kapak.

Sehari sebelumnya, Rabu (18/1) pukul 17.45 WIB, polisi hutan juga menangkap Sudidik (24) warga Dusun Tambakselo Desa Ngampel, Kecamatan Blora karena mencuri lima batang kayu jati dengan menggunakan satu buah gergaji dan bendo.

Aparat juga menahan Juwarno (33), warga Dusun Giwang Desa Demaan, Kecamatan Gunem karena tertangkap basah mencuri dua batang kayu jati, pada Senin (16/1) pukul 19.30 WIB. Dari tangannya, polisi hutan mengamankan serta tiga buah kapak, sarana kejahatan.

Per 1 Januari 2012, Perum Perhutani KPH Mantingan memberikan “reward” kepada setiap petugas yang berhasil membersihkan wilayah hutannya dari pencurian, dibuktikan antara lain dengan menangkap pelaku pencurian kayu.

“Kami menyediakan satu unit sepeda motor kepada petugas terbaik di KPH ini dan siap memberikan satu ekor sapi kepada petugas terbaik di tingkat BKPH,” kata Ajun Administratur KPH Mantingan, Mohammad Risqon.

Ia menegaskan setiap pelaku pencurian kayu di hutan akan diproses tuntas hingga pengadilan sehingga tidak ada kompromi terhadap apa pun.

“Misalnya, ada beberapa pihak yang berujar bahwa hanya mencuri kayu kecil saja di hukum sekian bulan. Ya, saat ditangkap, memang hanya mencuri kayu kecil. Namun jika didasarkan pada banyaknya tunggak-tunggak pohon yang ada, bisa diketahui sudah banyak pohon yang hilang dicuri,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan