Curah Hujan Rendah, Petani Sulang Belum Tanam Padi

Jumat, 14 Desember 2012 | 17:34 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SULANG – MataAirRadio.net, Sebagian petani di Kecamatan Sulang belum bisa menanam padi di areal persawahan mereka lantaran ketersediaan air di sawah belum mencukupi, meski musim hujan sudah hampir satu bulan berlangsung. Itu disebabkan, sebagian lahan sawah di wilayah setempat merupakan lahan tadah hujan.

Salah seorang petani di Dukuh Tegalgede, Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Mohamad Mustofa, kepada reporter MataAir Radio, Jumat (14/12), mengatakan, hujan yang terjadi saat ini belum cukup mengairi areal sawah yang sebelumnya dilanda kekeringan akibat kemarau. Akibatnya, hingga saat ini mayoritas petani belum bisa melakukan tanam padi.

Selain itu, kata Mustofa menambahkan, usia benih juga relatif masih sangat muda sehingga belum memungkinkan dilakukan pemindahan. Dikatakannya, rata-rata usia benih masih di bawah 20 hari.

Koordinator Penyuluh Pertanian pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sulang, Siti Nihayah, mengakui, saat ini curah hujan yang terjadi di Kecamatan Sulang memang belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan air pada sebagian lahan sawah petani yang berada di wilayah genengan (ketinggian, red.). Namun untuk lahan sawah lorok (ledok, red.), sebagian petani sudah bisa melakukan penanaman.

Agar bisa segera melakukan penanaman, Nihayah mengimbau petani agar mencari solusi lain dengan memanfaatkan air tampungan baik yang ada di embung maupun sungai untuk dialirkan ke lahan sawah. Dengan demikian petani bisa memulai melakukan penanaman padi.

Terkait usia benih yang siap tanam, Nihayah menambahkan, pada intinya semakin muda usia benih semakin baik untuk segera dilakukan pemindahan. Menurutnya, yang terpenting saat dipindah usia benih sudah berumur minimal 17 hari.

Nihayah menegaskan, jika air sawah telah memungkinkan, petani diimbau segera melakukan penanaman agar benih tidak terlalu tua yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil panenan. (Muhtarom)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan